Sebelumnya diketahui, polisi sempat mengungkap kronologi penemuan jasad korban di Indekos Grogol, Jakbar, pada Rabu, 29 Juli 2026.
Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Wisnu menerangkan, awalnya saksi yang juga merupakan penghuni kos melihat korban datang ke kamar suaminya.
"Awal mula pada hari Rabu, 29 Juli 2026, sekira jam 01.00 WIB lewat. Saksi selaku penghuni kos, melihat korban datang ke tempat suaminya," kata Wisnu dalam keterangannya, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Temuan Tetesan Darah di Lokasi
Pada momen itu, saksi menjelaskan, sekitar jam 03.00 WIB, korban keluar dari tempat kos.
Setelahnya, sekira jam 18.00 WIB, saksi melihat ada tetesan darah dari lantai atas.
"Saksi melaporkan ke ketua RT bahwa terdapat darah di TKP. Setelah itu, saksi 1 dan RT melapor ke saksi 3 selaku ketua RW," sebut Wisnu.
"(Kemudian) Datang mencari asal darah tersebut bersama penjaga kos untuk mengecek tiap-tiap kamar yang ada yang terkunci," imbuhnya.
Selanjutnya, saksi membuka paksa pintu kamar kos tersebut dan melaporkan kejadian ke Polsek Grogol Petamburan.
"Petugas dipimpin Pawas Ipda Sutrisno dan piket Reskrim bersama piket Samapta dan Iden mendatangi TKP dan benar korban kedapatan telah meninggal dunia," ungkap Wisnu.
"Jadi kosan tersebut itu adalah kosan suaminya. Nah, korban ini datang ke situ," tandasnya.*
Artikel Terkait
Catatan Mini Monografi KKN 254 UIN Bandung di Desa Bunisari Cianjur
Dukung Pendidikan Al-Qur'an, Mahasiswa KKN Kelompok 4 Salurkan Bantuan Iqro pada Madrasah Assobrowiyah
Perkuat Kontribusi Danantara bagi Perekonomian Nasional, BRIvolution Reignite Kian Akseleratif
2 Konglomerat Diperiksa Dugaan TPPU Febrie Adriansyah: Bisnis hingga Skandal Densus 88
Mutiara Pagi: Diamlah Sejenak (Bagian 2287)
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Menepis Mitos Bulan Safar dengan Optimisme (Bagian 48)
MUI Usulkan Koruptor Dihukum Mati, Akankah Terwujud?
MTQH ke-48 Cianjur Sukses Digelar, Libatkan 654 Peserta dari 32 Kecamatan
Kasi Bimas Kemenag Cianjur Sebut MTQH Momentum Membumikan Nilai Al-Qur'an
Jejak Skandal Pejabat PDAM Ngentit Duit Proyek Pipa di Bekasi: Berkedok SP untuk Paksa Warga Bayar Air