(Kearifan Kasman Singodimedjo)
Ia Sang Singa Podium
yang tetap memilih tersenyum
pemegang palu keadilan
yang menjauh dari gemerlap kemewahan
Ia pernah menjadi Jaksa Agung
jemarinya menari di atas naskah hukum
naskah yang diyakini begitu agung
hingga membuat Ibu Pertiwi tersenyum
Pada suatu masa
yang masih basah oleh darah merdeka
tangannya pernah menandatangani dekrit negara
namun di senja usianya
ia menggenggam gerobak kecil dengan setia
Kasman tidak sedang berakting merakyat
lewat baliho atau slogan-slogan hebat
tapi menorehkan satire yang tajam
agar nurani merenung dalam-dalam
bahwa menjadi jujur di negeri ini
lebih dingin dari es lilin yang ia jajakan
di bawah terik sinar mentari
ia rasakan pahit yang tak terucapkan
Inilah komedi hitam yang nyata
seorang mantan pejabat tinggi negara
tidak mewariskan gemerlap harta
tapi kejujuran dan tetes es lilin yang dijualnya
sebuah simbol integritas
yang kerap diremehkan zaman
mungkin dianggap tak pantas
dengan es lilin yang ia jajakan
namun itulah “Pangeran Hukum”
yang memilih jalan rakyat jelata
ia tetap mampu tersenyum
meski pahit datang menyapa
baginya, jabatan bukan sekadar kehormatan
melainkan bersihnya telapak tangan
ia memilih dinginnya es lilin yang dijajakan
daripada uang negara yang disalahgunakan
Malang, 10 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal