Di balik reruntuhan yang bisu
Isak tangis menembus langit kelabu
Di antara debu dan air mata
Ada harapan yang terus menyala
Batu yang runtuh
Tak membuat iman roboh
Menyimpan doa yang tak henti
Tentang keteguhan jiwa yang suci
Bahwa luka bukan akhir dari segalanya
Melainkan sebuah kepasrahan pada Sang Pencipta
Ponpes Al-Khoziny, menjadi saksi abadi
Dari dinding yang roboh, kini berdiri kembali
Dari puing-puing itu, anak bangsa belajar berdiri
Membangun masa depan dengan hati yang murni
Langit pun merunduk dalam diamnya yang suci
Melihat mereka bersatu tanpa pamrih mengabdi
Tangan-tangan kecil menulis takdir baru
Tentang kisah yang tak mudah menyerah pada waktu
Tragedi ini menjelma madrasah kehidupan
Tempat luka bertransformasi menjadi kesetiaan
Tempat duka bersalin rupa menjadi kasih
Cinta pun tumbuh dari tanah yang pernah bersedih
Kini dari reruntuhan itu, cahaya perlahan menyala
Menyinari jalan generasi emas yang mulia
Bahwa dari kehilangan, lahir kekuatan
Dan dari kepedihan, tumbuh cinta yang abadi dalam ingatan
Malang, 15 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal