Selain itu, dehidrasi akibat sering buang air kecil juga turut berperan sebagai penyebab kelelahan.
5. Sering lapar
Sering lapar juga menjadi gejala gula darah tinggi yang sering terjadi. Rasa lapar meningkat karena tubuh kekurangan energi. Namun, makan dalam jumlah banyak justru akan membuat kadar gula darah menjadi lebih tinggi.
6. Penurunan berat badan yang tidak direncanakan
Penurunan berat badan yang bukan disebabkan oleh kondisi kesehatan lain atau diet khusus bisa menjadi gejala gula darah tinggi.
Penyebabnya masih berkaitan dengan ketidakmampuan tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi. Sebagai gantinya, tubuh akan membakar lemak untuk memenuhi kebutuhan energi. Inilah yang membuat berat badan terus menyusut.
7. Penglihatan kabur
Hilangnya ketajaman penglihatan dapat menjadi gejala gula darah tinggi. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa di dalam mata membengkak, sehingga penglihatan tidak bisa fokus.
Penglihatan buram juga dapat disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah dan saraf di mata akibat gula darah tinggi.
8. Sering jamuran
Gula darah tinggi dapat menyebabkan gangguan pada respon kekebalan tubuh, sehingga tubuh sering mengalami jamuran maupun mudah terkena infeksi bakteri.
Infeksi dapat terjadi di area lipat tubuh maupun yang sering berkeringat dan lembap, seperti di antara jemari, telapak kaki, lipatan payudara, atau sekitar alat kelamin. Infeksi juga dapat menyerang saluran kemih atau saluran pernapasan. Pada wanita, ciri-ciri gula darah tinggi juga dapat berupa keputihan tidak normal akibat infeksi jamur pada vagina.
Baca Juga: Kemandirian Kepemimpinan Bukan Keberlanjutan Kepemimpinan Indonesia (Bag 2)
9. Nyeri kaki
Kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan saraf di seluruh tubuh mengalami kerusakan dalam jangka panjang. Kondisi ini disebut sebagai neuropati diabetik.
Meski dapat terjadi pada saraf di bagian tubuh mana pun, saraf di kaki adalah area yang paling sering terkena. Hal ini karena memompa darah dari kaki ke jantung lebih sulit daripada dari bagian tubuh lainnya. Gejala gula darah tinggi ini ditandai dengan kaki kesemutan, nyeri, atau mati rasa.
10. Luka sulit sembuh
Kadar gula darah yang tinggi bisa menyebabkan kerusakan pada saraf dan pembuluh darah, sehingga sirkulasi darah terganggu. Kondisi ini menyebabkan darah yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka sulit mencapai area tersebut. Inilah yang kemudian membuat luka sulit sembuh.
Penyembuhan luka diabetes yang lambat, meskipun lukanya hanya berupa lecet, dapat meningkatkan risiko amputasi jika tidak ditangani dengan benar.
Semoga bermanfaat.***
Sumber : alodokter.com
Artikel Terkait
Kemandirian Kepemimpinan Bukan Keberlanjutan Kepemimpinan Indonesia (Bag 1)
Kemandirian Kepemimpinan Bukan Keberlanjutan Kepemimpinan Indonesia (Bag 2)
Air Zam-Zam Konon Bermanfaat Obati Kanker
Manfaat Luar Biasa Buah Tin
Kandungan Buah Ara (Tin) dan Manfaatnya Untuk Kesehatan Tubuh
Jangan Iri Melihat Rizki Orang Lain
Tata Aturan Pemilu Indonesia Seperti Ramalan Cuaca Yang Sulit Diduga (Bag 1)
Tata Aturan Pemilu Indonesia Seperti Ramalan Cuaca Yang Sulit Diduga (Bag 2
Mengenal Gejala Kanker Paru
Ciri - Ciri Mental Miskin