(Suatu sore di IKN )
Aku berdiri menatap cahaya,
aku mendaki memeluk cakrawala,
di antara gedung yang berdiri megah
di dahan-dahan ruh para pendiri bangsa
Kunyalakan pikiranku
Di antara pohon yang tumbuh
menetas doa dan keringat
semoga negeri ini menjadi bangsa yang hebat
Di atas tanahnya,
kutapaki selaksa jejak
di antara duri keraguan
menuju pucuk-pucuk harapan
Ibu Kota Nusantara
bukan hanya sekadar kota
melainkan kisah panjang bangsa
yang tak pernah lelah membangun cita
Datang membawa mimpi
di setiap gedung yang berdiri
menyimpan kisah tentang tekad
untuk menjadi bangsa yang bermartabat
Ibu Kota Nusantara
bukan sekadar Indonesia hari ini
melainkan esok penuh cinta
tempat keberagaman melahirkan harmoni
Membawa wangi tanah
masa depan Indonesia yang tumbuh
Mengukir sebuah sejarah
tentang hari esok yang lebih teduh
Dan aku
serta anak beribu pulau,
perkenankan untuk berseru:
Ibu Kota Nusantara, denyut masa depan bangsa
Samarinda, 15 November 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Menata Ruang Publik dengan Keadilan dan Solusi
Desa Mandiri, Strategi Penataan Holistik untuk Kesejahteraan
Mutiara Pagi: Dunia Tak Hanya Diatur Pasal (Bagian 2027)
PMII Cianjur Kritik Keras Pemkab: Gunakan Kekerasan dalam Penggusuran Pasar Boemero, Aspirasi Rakyat Diabaikan
Abaikan Kesepakatan DPRD, Pemkab Cianjur Diduga Gunakan Represi dalam Eksekusi Pasar Boemero; Koalisi Tuntut Kasatpol PP Dicopot
Relokasi Bojongmeron: Langgar Kesepakatan DPRD dan Diwarnai Kekerasan, Pemkab Cianjur Dinilai Cedera Keadilan
Mutiara Pagi: Mahkota (Bagian 2028)
Haji, Suara Hati dan Izin Ilahi Menuju Baitullah
Pondasi Keimanan, Kedudukan Haji sebagai Rukun Islam Kelima
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Rahmat dan Peringatan: Hujan, Simbol Berkah dan Keseimbangan Alam (Bagian 13)