Renungkan sekali lagi
Bukan untuk menyesali
Ketika tindakan seseorang
Membuat kita meradang
Tak perlu membalas cela
Hanya menjadikan kita setara
Apalagi ikut mencaci maki
Membuat amarah semakin menjadi
Ada sebuah riwayat
Diceritakan seorang sahabat
Baginda beranjak pergi
Ketika sahabat itu balas mencaci
Bukan teriakan
Bukan pula sejumlah teguran
Ketika sahabat itu bertanya
Mengapa Baginda meninggalkannya:
“Saat engkau tak membalas,
Malaikat turun bersamamu
Saat engkau ikut membalas,
iblis duduk di sebelahmu
Aku tak ingin duduk bersama iblis.”
Renungkan sekali lagi
Bukan untuk menyesali
Kadang kita cukup bersabar
Menghadapi tindakan yang tak benar
Malang, 4 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Konsekuensi Pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah
Peran Filsafat bagi Peradaban: Cetuskan Berpikir Kritis untuk Mengarungi Kesadaran Hidup
Keluhan Warga soal Pengelolaan Lapang: "SK Sudah Turun, tapi Pengurus Malah Diam"
Kisruh Insentif Guru Ngaji di Cianjur: Saatnya Bijak Melihat Realita
Rajawali yang Tumbuh di Kandang Itik
Geger Cilegon 1888 (Pengkhianatan Habib Usman bin Yahya dalam Peristiwa Geger Cilegon 1888)
Wakil Bupati "Nyambi"
Mutiara Pagi: Tokoh yang Besar (Bagian 1890)
Pemkab Cianjur dan RS Edelweis Siap Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
Partisipasi Aktif Melalui Trisula Politik Kebangsaan, Menciptakan Kesejahteraan dan Perubahan