Apa yang benar, apa yang semu
Suatu saat pasti ketemu
Jawabannya hanya satu kalimat
"Jalani saja, jangan mikir terlalu berat."
Diam bukan berarti menyerah
Tapi memilih jalan tanpa gelisah,
Sebab, beban berat bukan di pundak
Namun pikiran yang suka menolak
Ambil napas, lihat sekelilingnya
Masih adakah terang di mata
Bila ada yang menghantui hidup
Jalan orang lain jangan ditutup
Santai saja, jangan terlalu kaku
Biasa saja, jangan terburu-buru
Karena hidup selalu butuh senyum
Bukan sekadar makan dan minum
“Gitu ajak kok repot”
Kata Gus Dur, dengan bercanda
Mengajak kita untuk hidup lebih ringan
Menghadapinya dengan senyuman
Bijak dalam menyikapi perbedaan
Bukan menginjak-injak yang berbeda haluan
Suka, diikuti
Jika tak suka, tak perlu membenci
Malang, 5 Desember 2024
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Pentingnya Kolaborasi dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi dan Perubahan Iklim
Sosok Tumenggung Wiraguna
Kisah Ujang Petani Sukses Raup Banyak Untung
Pasca Pilkada 2024, Kapolres Majalengka Sampaikan Pesan Ini
Mutiara Pagi: Setiap Detik adalah Hadiah (Bagian 1699)
Ingatlah Aku: Jalan Spiritual Menuju Kesadaran Ilahi
Catatan Kongres ISNU ke III di Balikpapan Kalimantan Timur
Mutiara Pagi: Berpikir (Bagian 1700)
Profil Al Istiqlaal Cicantu, Salah Satu Pesantren NU Tertua di Cianjur
Bencana di Cianjur Selatan, NU Care-LAZISNU Salurkan Bantuan