Journalnusantara.com, Cianjur - Pesantren Al Istiqlaal Cicantu, yang merupakan salah satu pesantren tertua dan paling bersejarah di Cianjur, memiliki peran penting dalam menjaga tradisi dan keberlanjutan pendidikan agama Islam di daerah dengan sebutan tatar santri tersebut.
Didirikan pada tahun 1958 oleh KH. Jalaluddin Mahally, pesantren ini memiliki sejarah panjang yang penuh dengan perjuangan. Beliau adalah salah satu pionir Nahdlatul Ulama di Cianjur yang berperan penting dalam menyebarkan ajaran Islam yang moderat dan toleran.
Pesantren ini terletak di Jalan Raya Bandung Km 11, Kampung Cicantu, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Dalam perkembangannya, pesantren ini mampu bertahan meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, baik dari segi politik maupun sosial.
Pada masa-masa awal berdirinya, Indonesia berada dalam situasi yang sangat tidak menentu, dengan ancaman dari kelompok-kelompok tertentu yang mengancam keselamatan nyawa para ulama, termasuk KH. Jalaluddin Mahally, yang pada waktu itu menjadi sasaran utama kekuatan PKI. Namun, berkat keyakinan dan keteguhan hati beliau, pesantren ini tetap bisa bertahan dan berkembang hingga saat ini.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Istiqlaal Cicantu, KH Abdul Karim Syuja'i mengatakan bahwa saat ini pesantren ini sudah memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, seperti ruang kelas, perpustakaan, dan tempat ibadah.
"Pengadaan perangkat komputer dan akses internet yang lebih luas bisa menjadi langkah awal dalam mempersiapkan santri untuk menghadapi tantangan global, terutama dalam hal pendidikan dan dakwah melalui media digital," katanya, Rabu (04/12/2024).
Selain itu ucap Ajeng Akas sapaan akrabnya, pembaruan kurikulum yang mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum dapat membantu santri untuk lebih siap dalam menghadapi dunia luar setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
"Hal lainnya adalah peningkatan kerjasama dengan pihak-pihak luar pesantren, baik itu dari pemerintah maupun lembaga swasta, untuk mendukung pembiayaan dan pengembangan pesantren," ungkapnya.
Pihaknya menyebut meskipun pesantren ini tidak membebankan biaya pendidikan kepada santri, keberlanjutan pesantren yang lebih baik sangat bergantung pada pendanaan yang cukup. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak dapat menjadi solusi untuk memastikan kelangsungan operasional pesantren, serta meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan.
"Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pengajaran, pesantren juga bisa memperkenalkan program pelatihan bagi pengasuh dan pengajar agar lebih profesional dan mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan," imbuhnya.
Menurutnya Al Istiqlaal juga aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah di sekitar masyarakat, dengan mengadakan berbagai program yang melibatkan masyarakat setempat, seperti pelatihan keterampilan, pengajian umum, atau kegiatan sosial lainnya.
"Dengan sejarah panjang yang dimiliki dan semangat yang terus terjaga, Pesantren Al Istiqlaal Cicantu terus berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya paham agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman," tandasnya.
Pendiri
KH Jalaluddin Mahally (Al-marhum)
Pengasuh
KH Abdul Karim Syuja'i
Artikel Terkait
Pentingnya Kolaborasi dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi dan Perubahan Iklim
Suku Sunda, Ciri Khas dan Budaya
Polsek Pasirwangi Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Rumah Tahfidz
Sosok Tumenggung Wiraguna
Kisah Ujang Petani Sukses Raup Banyak Untung
Pasca Pilkada 2024, Kapolres Majalengka Sampaikan Pesan Ini
Mutiara Pagi: Setiap Detik adalah Hadiah (Bagian 1699)
Ingatlah Aku: Jalan Spiritual Menuju Kesadaran Ilahi
Catatan Kongres ISNU ke III di Balikpapan Kalimantan Timur
Mutiara Pagi: Berpikir (Bagian 1700)