Pasca revolusi Oktober 1917, muslim pribumi di Tajikistan berusaha mencapai status kenegaraan di kota Quqon. Sayangnya, upaya tersebut rusak setelah invasi Rusia Soviet.
Mengutip Communist Crimes, akibat pengepungan Tentara Merah di tahun 1919, cukup banyak jatuh korban yang didominasi warga sipil.
Tujuan mereka melakukan invasi adalah membentuk Republik Sosialis Soviet Tajik. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan masyarakat sosialis di negeri kecil Asia Tengah tersebut.
Sama dengan negara taklukan lain, kebijakan dimulai dengan kolektivisasi pertanian yang dilanjutkan dengan tindakan agresif sekitar 1930-an.
Saat keruntuhan Uni Soviet, hal tersebut membuka peluang elit komunis di Tajikistan untuk naik ke puncak kekuasaan.
Setelah melakukan penindasan terhadap lawan politiknya, terjadi perang saudara yang berlangsung 5 tahun dan membunuh puluhan ribu orang.
Baca Juga: Mengejutkan! Khabib Nurmagomedov Pensiun dari MMA
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Gagal Melaju ke Final Piala AFF 2022
Disdik Kabupaten Cirebon Larang Siswa Bawa Lato Lato ke Sekolah Karena Suara yang Bising dan Membahayakan
Seru...Venna Melinda Minta Bantuan Hotman Paris Hadapi Dugaan KDRT oleh Ferry Irawan
Video Viral "Naik Haji Buang Duit" Diduga Habib Kribo: Tuhan Nggak Parkir di Ka'bah !
Mengejutkan! Khabib Nurmagomedov Pensiun dari MMA
Pendopo Cianjur Bersiap "Dikepung" Masa Aksi, Demontrasi Syarat Berdemokrasi, Bupati Jangan Alergi !
Persib vs Persija: Rabu, 11 Januari 2023 Pukul 15.30 WIB Live di Indosiar
Menggiurkan! Segini Gaji Panwaslu Desa dan Panwaslu Kecamatan di Pemilu 2024
Penyanyi Religi Veve Zulfikar Ungkap Bangga Berseragam IPPNU
Maya Kurnia Indri Sari, Membanggakan Indonesia Melalui Volly