Saya melihat untuk sampai pada tahap kemerdekaan Palestina, hal pertama yang dunia Islam harus lakukan adalah merumuskan langkah-langkah penyatuan (unifying) semua kelompok yang ada dalam tubuh bangsa Palestina. Dua kubu terbesar; Fatah dan Hamas harus mampu disatukan. Hanya dengan persatuan itu musuh zionis dan sponsornya Amerika akan memberikan konsideran.
Intinya, seperti yang sering saya sampaikan berkali-kali bahwa kurangi berharap kepada orang lain, khususnya Amerika, untuk mencari solusi Palestina. Selama politik domestik Amerika masih seperti kemarin dan hari ini (dikendalikan oleh lobbi zionis) tidak banyak yang bisa diharapkan.
Mungkin pertanyaan yang harus disampaikan: “do not ask what America can do to free Palestine. Ask what the Muslim world can and must do to free Palestine!”
Tapi semua itu kembali kepada: “self criticism, self correction, self evaluation, self development and empowerment”. Selama masih tergantung ke negara kuat (super power) selama itu pula negara-negara mayoritas Muslim akan digantung.
Pada akhirnya harus disadari bahwa dunia Islam memang perlu menyelamatkan diri sebelum menyelamatkan Palestina!
Manhattan City, 14 Pebruari 2025
*Imam di Kota New York.
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Keberhasilan (Bagian 1770)
Ambisi Menggenjot Produksi Pangan
Tiada Hari Tanpa Menyerap Gabah
Indonesia Negara Preman, Elon Musk Pun Bisa Kena Palak Preman Kalau Ke Indonesia
Tadabbur Ayat- ayat Pendidikan
Mutiara Pagi: Cinta Sang Kekasih (Bagian 1771)
Selamat! Tiga Kader GP Ansor Cianjur Naik Kelas
Jelang Pelantikan, PC IPNU IPPNU Cianjur Bekali Pengurus dengan Orientasi
Peringatan Isra Mi'raj, NU Care-LAZISNU Cianjur Adakan Khitanan Masal
Perjalanan Dinas Dalam Negeri, Kegiatan Pertemuan, Acara Pemerintah Daerah di Hotel: Pemborosan Anggaran atau Stimulus Ekonomi?