Idul Fitri dan Ketupat

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Jumat, 4 April 2025 | 20:00 WIB
Ilustrasi ketupat
Ilustrasi ketupat

Makna Filosofi Ketupat/Kupat
(Nilai-nilai yang diajarkan oleh Kangjeng Sunan Kalijogo)

Ketupat memiliki makna khusus. Kata "ketupat" atau "kupat" dalam bahasa Jawa merupakan kependekan dari "ngaku lepat," yang artinya mengakui kesalahan. Ketupat selalu hadir dalam perayaan Idul Fitri, dan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam tradisi Lebaran, terutama di pulau Jawa.

Ketupat Memiliki Dua Arti:

Ngaku Lepat

Tradisi sungkeman adalah implementasi dari "ngaku lepat" (mengakui kesalahan) bagi orang Jawa. Prosesi sungkeman, yakni bersimpuh di hadapan orang tua seraya memohon ampun, masih membudaya hingga kini. Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, serta memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain, khususnya orang tua.

Laku Papat

Laku papat berarti empat tindakan dalam perayaan Lebaran. Empat tindakan tersebut adalah:

Lebaran

Luberan

Leburan

Laburan

Arti Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan:

Lebaran
Bermakna usai, menandakan berakhirnya waktu puasa. Kata "lebar" berarti pintu ampunan telah terbuka lebar.

Luberan
Bermakna meluber atau melimpah. Ini adalah simbol ajaran untuk bersedekah kepada kaum miskin. Pengeluaran zakat fitrah menjelang Lebaran merupakan ritual wajib bagi umat Islam dan juga bentuk kepedulian kepada sesama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB
X