Sosok Tumenggung Wiraguna

photo author
Wandi Ruswannur, Journal Nusantara
- Selasa, 3 Desember 2024 | 14:00 WIB
Kanjeng Sultan memerintahkan Tumenggung Wiraguna untuk menghukum Syeh Amongraga (Ilustrasi Pramono Estu)
Kanjeng Sultan memerintahkan Tumenggung Wiraguna untuk menghukum Syeh Amongraga (Ilustrasi Pramono Estu)

 

 

Journalnusantara.com - Tumenggung Wiraguna adalah panglima perang yang sangat dipercaya oleh Sultan Agung dan menduduki jabatan tertinggi di Mataram pada masanya. Ia dikenal sebagai sosok yang cakap, berani, tangguh, cerdas, dan setia pada Sultan Agung.

Tumenggung Wiraguna memimpin pasukan Mataram dalam dua kali pengepungan Batavia pada tahun 1645 dan 1646.

Meskipun tidak berhasil menguasai Batavia, Tumenggung Wiraguna berhasil mendirikan perkampungan yang kelak dikenal dengan Ragunan.

Tumenggung Wiraguna mendapat penghargaan dan penghormatan dari pihak Belanda, yang mengakui kekuatan dan kewibawaannya.

Tumenggung Wiraguna juga menjadi penasehat terdekat Raja Mataram, seperti yang tercantum dalam surat dari Mataram yang ditemukan di Jambi dan Sukapura.

Tumenggung Wiraguna dibunuh dalam sebuah konspirasi oleh Amangkurat I, yang membalas pengabdian dan sumbangsih Tumenggung Wiraguna dengan air tuba.

Lalu mengapa Amangkurat I tega membunuh Tumenggung WIraguna ?, demikian kisahnya.

Pembunuhan terhadap Tumenggung Wiraguna digagas sendiri oleh Amangkurat I, raja Mataram yang dikenal keji itu menyimpan dendam pada Sang Tumenggung semenjak ia masih muda, dahulu ketika Sultan Agung masih hidup, Amangkuat I dikisahkan membawa lari salah satu istri Tumenggung Wiraguna untuk digagahi karena tak kuasa melihat kecantikannya.

Perbuatan tak bermoral yang dilakukan Raden Mas Syayidin atau Amangkurat I itu membuat murka sang Tumenggung, namun ia sadar bahwa yang melakukan perbuatan bejat tersebut merupakan anak Rajanya, ia sebenarnya tak kuasa melakukan penentangan.

Pada mulanya, Tumenggung Wiraguna seperti merasa berat hati untuk melaporkan kejadian itu kepada Rajanya, ia takut laporannya itu tidak ditanggapi, namun karena diliputi amarah yang membatu, akhirnya sang Tumenggung nekad mewartakan penculikan istrinya itu kepada Sultan Agung.

Mendengar laporan dari Tumenggung kesayangannya, sikap Sultan Agung rupanya diluar dugaan, sang Raja memerintahkan kepada prajuritnya untuk menyeret Raden Mas Syayidin dimuka pengadilan.

Setelah dilakukan pendalaman kasus, rupanya Raden Mas Syayidin mengakui perbuatannya, dan iapun meminta ampunan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Wandi Ruswannur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB

Makan Malam dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Rabu, 1 April 2026 | 21:13 WIB
X