Ada juga cerita salah satu santri yang terbangun dari tidur saat di pondokan haji karena perutnya diremas dan diminta segera bergegas shalat ke Masjidil Haram.
Kisah lainnya yang mencerminkan karomah Apa Lili terjadi di suatu hari di tahun 1985. Saat itu ada seorang ibu yang dijambret kalung emasnya saat menunggu angkot menuju pasar sekitar pukul 4 pagi.
Dasar sial, terduga pencuri itu tertangkap warga dan santri kemudian langsung diintrogasi. Kendati tertangkap basah tapi tak mengakui perbuatannya, pencuri itu membuat kesal warga dan terpaksa bogem mentah melayang tak henti-hentinya menjurus kepada sang pencuri itu ketika di Balai Desa Cimahi.
Tapi memang ada yang aneh dari pencuri ini sepertinya ia mengamalkan semacam ilmu kebal sehingga tidak merasakan sakit.
Tak kehabisan akal, entah bagaimana caranya pencuri tersebut berhasil melarikan diri lalu bersembunyi di plafon masjid Pesantren Sirojul Athfal. Memang dasar naasnya pencuri ini, Apa Lili keluar rumah setelah pengajian subuh.
Tanpa perlu berkata kasar, keras atau menggunakan nada ancaman, ia meminta pencuri menampakkan diri dari persembunyian.
Baca Juga: Geger! Ditemukan Dugaan Aliran Sesat, Berdoa Bareng Anjing dan Dzikir Terbalik
Entah apa yang dibayangkan sang pencuri begitu berhadapan dengan Apa Lili, pencuri tersebut langsung bergetar dan detik itu juga mengaku bahwa ia telah mencuri dan karena panik menelan kalung curiannya.
Di situlah petanda kharismatiknya beliau, sebagaimana pernah suatu ketika seorang bupati mengundang berdialog pada 1986 terkait protes ulama tentang status haram judi porkas layaknya lotre atau undian berhadiah.
Itulah karomah dan sepak terjang Kyai Kholilullah yang jika diceritakan semuanya mungkin akan setebal buku akademis.
Lika-Liku Perjalanan Kyai Kholilullah
Dari cerita singkat di atas kita sudah bisa memahami betapa luarbiasanya Apa Lili. Lalu siapakah sesungguhnya KH. Muhammad Kholilullah? Demikian profil ringkasnya.
Kyai Kholilullah lahir di kampung Cikaroya, sebuah tempat yang berdekatan dengan kampung Cibaraja. Pada 1913, lahirlah pondok pesantren Sirojul Athfal.
Kyai Kholilullah adalah putra dari H. Turmudzi bin Enom dan Entah Saudah (Siti Saudah) binti Kamsol atau KH. Muhammad Asro.
Secara garis keturunan, Kyai Asro merupakan ayah dari KH. Muhammad Masthuro yang mendirikan Pondok Pesantren Al Masthuriyah. Sanadnya berasal dari nenek jalur ayahnya hingga ke Syarif Hidayatullah atau yang biasa dikenal dengan Sunan Gunung Jati, Cirebon.
Artikel Terkait
Mana Paling Sehat, Gula Aren, Gula Merah, Atau Gula Putih?
Alamak, Pedangdut Pamela Safitri Akui Pernah Dicobain Satu Geng
Gile...Biaya Haji 2023 Rp 90 Juta, Warganet: Duitnya Buat Bayar Utang Negara dan Bagun IKN !
Heboh...Balita Naik Atap Rumah, Warganet: Dibawa Dedemit Kali Ya ?
Tok, Erick Thohir Resmi Jadi Ketua Umum PSSI
Launching JPP, Wamendag Jerry Sambuaga Sebut Potensi Aset Kripto Sebagai Komoditas, Sudah Ratusan Triliun
Brutal...Pergoki Suami Selingkuh, Ibu Muda Hancurkan Mobil Pakai Balok
Catatan 1 Tahun Menuju Hari-H Pemilu 2024
Geger! Ditemukan Dugaan Aliran Sesat, Berdoa Bareng Anjing dan Dzikir Terbalik
Gempa Cianjur, 135 Anak Kehilangan Orangtua