JournalNusantara.com - Kepolisian Surakarta menangkap seorang berinisial MAW (30) warga Sukoharjo, atas tuduhan telah melakukan pelecehan seksual sesama jenis terhadap anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar di salahsatu sekolah di Kota Solo.
Modus yang dilakukan MAW untuk mengelabui keempat korbannya dengan mengajak korban untuk bermain game secara daring dan mencekoki korban dengan minuman keras.
Baca Juga: Manfaat Bawang Putih Panggang Bagi Tubuh, Efeknya Terasa dalam 24 Jam
Kapolresta Surakarta, Kombespol Iwan Setiadi dalam keterangan menjelaskan, bahwa kasus ini terjadi sejak tahun 2021 sampai dengan 2022. Terungkap setelah salahsatu kerabat korban yang curiga atas kebiasaan korban yang sering bermain ke kosan tersangka MAW.
"Terungkapnya kasus tersebut setelah kerabat salah satu korban mencurigai gerak-gerik salah satu korban yang dinilai aneh. Setelah dilakukan pengamatan, korban diketahui sering pergi ke kos pelaku. Dari situlah terungkap kejadian pelecehan seksual tersebut. Korban kemudian melapor ke kami," terang Iwan.
Baca Juga: Hai Sis...Inilah 5 Tips Agar Menstruasimu Teratur
Dikutip dari merdeka.com, dalam konfrensi pers yang digelar pada Rabu di Mapolresta surakarta (16/11/22), Iwan menjelaskan bahwa keempat korban yang masih berusia di bawah umur adalah korban pelecehan sesama jenis.
"Peristiwanya terjadi dalam kurun waktu tahun 2021 hingga 2022 ini, peristiwanya berentetan pada 4 korban. Seluruhnya laki-laki, jadi ini sesama jenis. Ada korban juga yang mendapatkan pelecehan lebih dari sekali," jelas Iwan menambahkan.
Baca Juga: Hai Traveller...Ini Dia 5 Tempat Wisata Terhits di Yogyakarta Tahun 2022
Iwan juga menambahkan, modus yang dilakukan tersangka MAW tidak hanya mengajak para korbannya untuk bermain game dan mengonsumsi miras bahakan tersangka mengajak korban-korbannya untuk menonton video porno.
"Korban diajak ke tempat kos pelaku dan diajak mengonsumsi miras. Namun ada juga yang tidak diajak minum miras. Setelah itu, korban dispaksa melihat video porno," ujar Iwan.
"Setelah itu dilakukan bujuk rayu pada korban untuk tindak pelecehan. Meski para korban menolak, namun mereka kalah tenaga karena mereka mabuk," tambahnya lagi.
Semua korban di bawah paksaan dengan bujuk rayu pelaku. Kondisi korban saat ini sudah bisa beraktivitas seperti biasa dan bersekolah.
Artikel Terkait
Kacau Dah...US Pura-pura Mati demi Hindari Penagih Utang, Kok Bisa ?
Diduga SMAN 3 Kota Bekasi Pungut Iuran dari Orangtua Siswa, Gubernur Jabar Murka dan Utus Kadisdik
Waduh...Gubernur Jabar Utus Kadisdik Telusuri Dugaan SMAN 3 Kota Bekasi dan Komite Sekolah Pungut Iuran
KTT G20 Telah Usai, Presiden Jokowi Sampaikan Hasilnya yaitu Bali Leaders Declaration dan Concrete Deliverable
Ulang Tahun Sule Ke - 46, Natalie Holscher Hadir Didampingi Kekasih Barunya
Usai Akui Berhubungan Badan dengan RD, Denise Chariesta Kini Diduga Terkena HIV AIDS, CEK FAKTA
Dipicu Perebutan Pasar Kang Cecep Tantang Duel Bang Edi di Jalanan
Bintang-Bintang KTT G20, Jokowi, Joe Biden, Xi Jinping, Rishi Sunak, dan Justin Trudeau
Presiden Jokowi Tutup KTT G20, India Tuan Rumah KTT G20 Tahun Depan
Polisi Tewas Ditikam Saat Amankan G20, Wanita M!Ch*t : Diduga Pelaku Sakit Hati Korban Membatalkan Transaksi
Netizen Berasa Nonton Drama Korea Melihat Kecantikan Ibu Negara Korsel Kim Kun Hee