Journalnusantara.com, Cianjur - Salah seorang ulama besar di Kabupaten Cianjur, KH Cepy Hibbatullah dianiaya orang tidak dikenal (OTK) di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur pada Senin malam Selasa (07/11).
KH Cepy yang akrab dipanggil Kiai Hibbat, juga pengasuh Pondok Pesantren Hibbatussadiyyah Nagrak ini menjadi korban penganiayaan saat melakukan takziyah ke rumah warga yang meninggal.
"Saat melakukan takziyah, tiba-tiba saja Kiai Hibbat dianiaya dengan cara dipukul dan ditendang oleh orang yang tidak dikenal," ujar salah seorang warga masyarakat setempat, Lili Sadili (43), Kamis (10/11/2022).
Ia menjelaskan, dirinya datang bersama KH Cepy Hibbatullah melayat ke rumah warga yang meninggal. Namun, sesampainya di rumah, pelaku yang tidak dikenal secara tiba-tiba mengirimkan bogem mentah, beringas dan melakukan penganiayaan terhadap Kiai Hibbat.
"Saat itu, ibu-ibu yang melihat kejadian langsung berteriak, menangis dan mencoba meminta bantuan. Kami juga berusaha merangsek masuk. Namun, terhalangi oleh warga lain yang ada di lokasi," jelas Lili.
Lili menuturkan, ia dan warga lainnya lantas buru-buru merangsek masuk bertindak melindungi. Dari cerita saksi mata lain yang tidak mau disebutkan namanya, KH Hibbat mendapatkan beberapa tendangan. Selain itu juga terlontar kalimat-kalimat kotor kepada korban.
"Kami buru-buru menyelamatkan KH Hibbat dan para santri yang juga ikut takziyah, dikhawatirkan ada penyerangan lanjutan," tambahnya.
Lili merasa bingung dengan latarbelakang penganiayaan tersebut. Karena sejauh yang diketahuinya, KH Cepy Hibbatullah tidak pernah membuat masalah dengan siapapun. Bahkan perilakunya selalu baik dan berusaha menjadi guru ngaji dan pengayom di masyarakat Kampung Tegal Deukeut, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur.
"Kiai Hibbat memang sifatnya pemaaf, namun kami wajib memastikan para pelaku agar mereka tidak mengulang perbuatannya dikemudian hari. Bila perlu, hingga proses hukum pun siap kami tempuh untuk menjaga marwah seorang Kiai, " tutupnya.