JournalNusantara.com - Koperasi Simpan Pinjam atau biasa dikenal Bank Emok dinilai sebagai sahabat ibu-ibu yang terdesak kebutuhan. Namun dibalik kemudahan Bank Emok tersebut ternyata ada efek negatif yang apabila dibiarkan akan menjadi bom waktu.
Menurut H. Bambang EKo, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Marga Mukti mengungkapkan bahwa Bank Emok bisa merusak tatatanan ekonomi masyarakat pedesaan dimana potongan administrasi, bunga yang tinggi, penagihan setiap minggu bahkan ada yang setiap hari secara dor to door membuat warga kecil tersiksa.
"Bank Emok bisa merusak tatatanan ekonomi masyarakat pedesaan dimana potongan administrasi, bunga yang tinggi, penagihan setiap minggu bahkan ada yang setiap hari secara dor to door membuat warga kecil tersiksa." Ujar Bambang kepada JournalNusantara.com, Minggu (6/8/2023).
"Keuntungan usaha dagang warga yang meminjam ke Bank Emok habis buat bayar angsuran karena ditagih hampir tiap hari. Apalagi kalau peminjamnya tidak bekerja maka dipastikan akan mendapat tekanan psikologis ditagih terus bahkan bisa menimbulkan pertengkaran rumah tangga." Tutur Bambang.
Baca Juga: Musuh Rocky Gerung adalah Feodalisme, Upaya Mempidanakan RG adalah Upaya Kaum Feodal
H. Bambang EKo, yang saat ini menjadi Caleg Dapil 4 dari Partai Golkar ini menambahkan menghadapi Bank Emok harus ada regulasi aturan yang dibuat pemerintah Kabupaten Cianjur melalui DPRD. Bagaimana menekan pergerakan Bank Emok serta menyelamatkan warga yang terlanjur ketergantungan dengan Bank Emok.
"Harus ada aturan tegas dan penolakan terhadap Bank Emok dari Pemerintah. Selain itu dibuat terbobosan program pemberdayaan ekonomi ditiap Desa atau ke RW an disertai pendampingan baik sebagai control dan evaluator". Tegas Bambang.
Baca Juga: Open Donasi Buku
"Alangkah bagusnya kalau ada pemilik modal baik itu bersumber dari perorangan, CSR, Bantuan Hibah, Pemerintah yang bersedia bekerjasama dengan Koperasi lokal dalam memberantas Bank Emok, hutang nasabah atau warga binaan di take over dan diberi penyertaan modal usaha yang terarah, ekonomis, efisien dengan sistem pengembalian ringan". Pungkas Bambang.