daerah

Karnaen, Kalau Niatnya Ingin Mengabdi Kepada Almamater, Copot Dulu Jabatan Ketua Partainya

Selasa, 4 Juli 2023 | 19:20 WIB
Karnaen, SH, MH Alumni Pasca Sarjana Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur (Abdul Qodir Majid)

JournalNusantara.com - Yayasan Suryakancana Cianjur kini telah resmi dipimpin oleh ketua baru yaitu Susilawati, SH yang saat ini menjabat ketua DPC PDIP Cianjur. Proses pengukuhan berjalan khidmat di gedung Garuda Pemkab Cianjur, Senin (3/7/2023). Acara dipimpin langsung oleh Bupati Cianjur H. Herman Suherman yang diketahui sebagai Dewan Pembina DPC Partai PDIP Cianjur.

Baca Juga: Bea Cukai Jabar Enggan Buka Data Penyalahgunaan Izin Impor Tekstil

Menurut informasi yang diterima, Ketua Rektor Universitas Suryakancana tidak nampak hadir dalam acara tersebut.

Perubahan pengurus yayasan Suryakancana yang melibatkan ketua dan pengurus partai ini menimbulkan kontroversi dikalangan alumni termasuk Karnaen, SH, MH yang saat berprofesi sebagai advokat dan dosen pengajar di beberapa universitas.

"Saya prihatin kampus sebesar Universitas Suryakancana dipimpin oleh Ketua Parpol. Bagaimana nanti pandangan dari perguruan tinggi-perguruan tinggi lain baik yang ada di Jawa Barat atau nasional bila mengetahui kondisi ini karena kita semua memahami bahwa perguruan tinggi harus terbebas dari politik praktis". Ujar Karnaen.

Baca Juga: Prof. Ahmad Humaeny Zulkarnaen Terpilih Menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur

"Bila perguruan tinggi dikelola oleh orang berbasis partai politik, kemungkinan besar nanti kampus dijadikan alat manuver atau tempat kaderisasi terselubung partai. Kalau dasarnya ketua yayasan baru ingin berbakti kepada almamater, tolong copot dulu jabatan ketua parpolnya dan jangan bawa fungsionaris aktif partai kelingkungan kampus kecuali mereka keluar dulu sebagai kader partai tersebut." Tegas Karnaen.

Baca Juga: Polrest Cianjur Bongkar Kejahatan Tindak Pidana Pedagangan Orang (TPPO), 8 Pelaku Diamankan

"Ini merupakan presedent buruk bagi dunia pendidikan dimana ketua parpol menjadi ketua yayasan perguruan tinggi. Sebaiknya jangan ada rangkap jabatan, karena tak sesuai dengan etika akademisi. Dan juga menurut sepengathuan saya, baru pertama kali ada ketua parpol menjabat ketua yayasan perguruan tinggi. Kalau betul, ini rekor baru di dunia pendidikan Indonesia. Kira - kira apa pandangan para tokoh pendidikan nasional bila melihat dan mendengar kejadian ini?" Pungkas Karnaen.

 

Tags

Terkini