JournalNusantara.com - Penyaluran dana stimulan dana gempa Kabupaten Cianjur disunat oknum tak bertanggungjawab. Kejadian tersebut membuat resah warga penerima bantuan dan lembaga terkait.
Atas insiden tersebut akhirnya Komandan Satuan Perbantuan, TNI Heri Rusanto mengeluarkan surat bernomor B 17/VI/2023 yang ditujukan kepada PPK BPBD Cianjur yang salah satu isinya merekomendasikan penghentian bantuan stimulan karena adanya pungli dilapangan. Namun untuk warga yang sudah dihadapkan kesiapan tenaga kerja mendadak sehingga perlu percepatan diluar jadwal agar diarahkan ke pos BOD Satgas terdekat dan akan dibantu tanpa ada potongan sepeser pun.
Baca Juga: Sajikan Kesejukan Alam, Konon Jembatan Gantung Curug Sawer Sukabumi Terpanjang di Asia Tenggara
Bupati Cianjur Herman Suherman, menanggapi soal surat pemberhentian rekomendasi pencairan dana bantuan stimulan rumah bagi penyintas di gempa bumi.
Herman Suherman menuturkan, ia setuju dengan penghentian sementara rekomendasi pencairan dana bantuan stimulan gempa.
Baca Juga: Prediksi Gus Dur Tentang Al-Zaytun
"Kalau yang bermasalah, saya setuju sementara dihentikan. Tetapi kalau yang tidak bermasalah, saya tidak setuju dihentikan bantuan stimulan dana," kata Herman, Jum'at (23/06/2023).
Bahkan menurut Herman, fakta di lapangan, banyak masyarakat yang telah menerima dana stimulan gempa bumi belum membangun rumahnya yang mengalami kerusakan.
Hal itu dikatakan Herman, menjadi faktor adanya surat pemberhentian pencairan dana stimulan gempa, yang saat ini belum diterima.
"Dari sekian ribu yang cair, tetapi tidak melaksanakan, pencairan selanjutnya tidak boleh," ujarnya.
Ia pun menyoroti banyaknya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi pasca terjadinya gempa.
"Kemudian misalnya ada pihak-pihak yang bermain. Kalau clean and clear kenapa tidak dicairkan karena ini untuk percepatan," tutup dia.
Baca Juga: Prediksi Gus Dur Tentang Al-Zaytun