daerah

Khidmat dan Meriah, Pondok Pesantren Al-Ittihad Cianjur Gelar Wisuda Santri Angkatan ke-21 Fawwaratul Bahjah

Selasa, 20 Juni 2023 | 14:47 WIB
Wisuda Santri Angkatan ke-21 Fawwaratul Bahjah Pesantren Al-Ittihad Cianjur

Baca Juga: SMA Al-Ittihad Cianjur, Sekolah Swasta Paling Bayak Lolos ke Perguruan Tinggi Negeri Jalur SNBP 2023

"Kadang ada hal yang kurang berkenan, kekeliruan, dan lain sebagainya dari kami sebagai pendidik, maka mohon maaf yang sebesar-besarnya," terangnya.

Ia menjelaskan bahwa guru-guru berbuat demikian, semata-mata karena kecintaaan dan rasa sayang, agar kelak anak-anak menjadi manusia tangguh dan bermanfaat bagi sesama.

"Untuk itu, apa yang telah diberikan, baik itu ilmu, pengalaman, keterampilan dan sebagainya, mudah-mudahan bisa memberikan kalian menjadi orang yang bermanfaat dunia dan akhirat," imbuhnya.

Terakhir, Kiai Kamali menyatakan bahwa apa yang telah diberikan, masih banyak kekurangan, baik itu di bidang keilmuan, akhlak, tradisi keagamaan, dan hal lainnya.

"Namun itulah yang bisa kami persembahkan untuk anak bapak-ibu sekalian. Untuk itu maka mudah-mudahan ilmu yang diterima ini bisa menjadi bekal dalam melanjutkan di masa yang akan datang," tandasnya.

Sebelum dilepas, Kiai Kamali berpesan, di antara ratusan alumni mungkin tidak sama tujuannya. "Bersyukurlah kalian jika nanti disuruh orangtuamu untuk terjun langsung kepada masyarakat, karena mereka telah menunggu. Isi mushalla, masjid, madrasah, dan pesantren yang telah menanti di kampung halaman," ungkapnya.

"Ingat berjuanglah di sana semaksimal mungkin untuk menegakkan kalimat Allah SWT. Berjuanglah sesuai kemampuan, tidak harus muluk-muluk dan tak harus terlalu tinggi serta berjuanglah dengan apa yang kamu punya dan bidang masing-masing," jelasnya.

Untuk itu, Kiai Kamali menerangkan pada anak-anak, maka hadapilah, bimbing, dan arahkan masyarakat untuk menjadi orang-orang baik di hadapan Allah SWT.

"Jangan minta dihormati oleh mereka, tapi hormatilah mereka. Kalau mereka dihormati, maka kita akan dihormati. Jangan gengsi karena merasa tamatan sekolah dan pesantren, meski mengajar alif-alifan," bebernya.

Baca Juga: SMK Al-Ittihad Cianjur Gandeng Universitas Negeri Jakarta Gelar 'Vocational Day'

Menurutnya, berdakwah dan mengajar tidak harus pada level yang tinggi. Justru level yang bawahlah kita yang perlu terjun langsung dan nikmatilah sebagai perjuangan dasar.

"Banyak orang-orang kampung yang membutuhkanmu walaupun hanya belajar Quran, belajar shalat, praktik wudhu. Karena itu sebagai ibadah dasar kepada Allah SWT, maka harus diperjuangkan," sambungnya.

Ia menerangkan, ada lagi bagi yang akan meneruskan belajar ke pesantren Salafiyah. "Al-Ittihad di sini mencetak bukan hanya menjadi ustadz atau menjadikan intelektual, tapi kami hanya memberikan ilmu dasar yang kelak nanti jika akan melanjutkan bisa menyesuaikan," unggahnya.

Halaman:

Tags

Terkini