Dewan Penasehat MUI Kabupaten Cianjur ini mengutarakan, di Al-Ittihad ini diberikan ilmu umum dan agama seperti fiqih, tauhid, shorof, dan lain sebagainya untuk bekal kelak, jika akan dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
"Karena di sini bukan tempat tujuan terakhir dan hanya dasar. Kalau ingin ahli kitab kuning silahkan bisa meneruskan ke pesantren salafiyah," tulisnya.
Ayah dari Ning Anis, Gus Hasbi, Gus Acoy dan Gus Aay ini menyatakan, termasuk dalam bidang lain seperti pendidikan, ekonomi, politik, dan yang lainnya.
Baca Juga: Wapres RI Gagas Pembentukan Wisata Religi Indonesia-Uzbekistan, Ada Makam Imam Bukhori
"Saya tidak pernah melarang, silahkan yang penting tentunya bermanfaat dan maslahat untuk masyarakat luas," tutupnya dengan nada optimis.
Artikel Terkait
PDIP: Orang NTB Tidak Tahu Diri jika Tak Pilih Ganjar, Netizen: Muntah Dengarnya Banteng Lagi Ngigo !
Polres Cianjur Amankan 76 Pelajar Hendak Tawuran
Politisi PSI: Kenapa Sistem Kepesertaan BPJS Kesehatan Sebaiknya Dihapus?, Ini Dia Jawabannya
Jokowi Bangun Dinasti Politik Baru, Anak Menantu dan Ipar, Andi Sinulingga: Kepentingan Pribadi, Benarkah?
NGERI...Ada Grup WA Siswa LGBT di SDN Pekanbaru, Netizen: Orangtua Harus Kontrol HP Anaknya !
Mantap...Universitas Telkom Gelar Pengarusutamaan SDGs untuk Komunitas di Bandung
Farhan Fathur Rohman, Alumni Pesantren Al-Ittihad Cianjur Siap Mengikuti Pemilihan Duta Santri Nasional 2023
Dihadiri Pimpinan Pesantren, Munaslub IKAPPA Tetapkan M. Adi Sastra Nugraha sebagai Ketua Umum
Mentan Syahrul Yasin Limpo Akan Kooperatif Jalani Proses Hukum di KPK
STAI Syamsul Gunungpuyuh Sukabumi Sukses Gelar Seminar Nasional