Lebih lanjut, kasus yang tengah viral tersebut telah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBPP&PA).
Salah satu yang dilakukan adalah dengan mendatangi pihak sekolah bersama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan Polres Solok Selatan.
Mengenai kemungkinan jenis pelanggaran yang terjadi, pihak terkait disebut sedang melakukan penanganan dan pendalaman.
“Telah dilakukan mediasi dan komunikasi dengan siswa dan siswi yang sebelumnya menyampaikan keresahan,” tulis dalam keterangan unggahan akun Instagram @dp2kbp3a_solsel, dikutip pada Rabu, 29 Juli 2026.
Pertemuan tersebut juga digunakan sebagai momen mediasi agar sekolah menjadi lebih kondusif. ***