JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi mengoperasikan fasilitas produksi olahan air minum skala daerah guna mengoptimalkan potensi sumber daya air alami setempat.
Langkah ekspansi usaha ini diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mendongkrak pemasukan kas daerah secara berkelanjutan.
Agenda peresmian yang dikemas lewat pertunjukan seni Sirung Kahuripan dan penayangan film dokumenter Perjalanan Setetes Air tersebut juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim di sekitar wilayah operasional.
Direktur Perumdam Tirta Mukti menegaskan bahwa pembangunan gedung produksi baru ini merupakan bagian dari transformasi bisnis demi menghadirkan nilai tambah ekonomi dari potensi daerah.
Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian mengapresiasi pengoperasian sarana modern ini sebagai tonggak awal peningkatan profesionalisme dan transparansi tata kelola pelayanan air bersih.
"Gedung baru ini menjadi simbol semangat baru, budaya kerja baru, serta komitmen baru dalam memberikan pelayanan publik yang semakin profesional, modern, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menyoroti pentingnya menjaga kelestarian area resapan air serta mencegah kerusakan lingkungan seperti penebangan pohon liar yang berpotensi mengancam pasokan air masa depan.
"Air yang kita nikmati hari ini harus tetap bisa diwariskan kepada anak cucu kita. Menjaga alam bukan hanya tugas Perumdam, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh rangkaian inovasi ini diharapkan sanggup memberi dampak positif bagi masyarakat luas dan sektor keuangaan daerah.
"Semoga ikhtiar ini membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan pegawai, memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Cianjur yang Berjaya, Beragama, Sejahtera, dan Berkarya menuju Cianjur Era Baru," ucapnya.
Seremoni peresmian ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan alur pengendalian mutu dari hulu ke hilir serta sesi ramah tamah bersama jajaran tamu undangan.