daerah

Belasan Siswa SD di Pagelaran Cianjur Diduga Keracunan Es Jeli usai Olahraga

Kamis, 14 Mei 2026 | 07:15 WIB
Belasan siswa SD di Pagelaran Cianjur diduga keracunan es jeli. (FOTO: Ist)

 

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Insiden dugaan keracunan makanan massal menimpa belasan pelajar sekolah dasar di Desa Ciadeg, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, pada Rabu (13/5/2026).

Peristiwa ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi jenis jajanan yang dikenal dengan sebutan es jeli tuyul tak lama setelah mereka menyelesaikan kegiatan olahraga di sekolah.

Kabar mengenai kondisi para siswa tersebut sempat memicu kepanikan warga setempat dan menjadi perbincangan hangat di jagat maya.

Sejumlah murid dilaporkan mengalami gejala medis serupa, mulai dari rasa mual yang hebat, pusing, hingga muntah-muntah, sehingga harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan darurat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa petaka ini bermula saat jam istirahat sekolah tiba. Meski pihak sekolah telah memberikan imbauan agar tidak membeli makanan di luar pagar, para siswa diduga tergiur dengan dagangan es di sekitar lokasi karena harganya yang sangat terjangkau.

Koordinator Pendidikan (Kordik) Kecamatan Pagelaran, Ai Mulyani, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami urutan peristiwa yang menimpa para pelajar tersebut.

Ia menyebut laporan awal dari tenaga pendidik menunjukkan bahwa para siswa tetap membeli jajanan tersebut meski larangan sudah disampaikan sebelumnya.

“Anak-anak itu sehabis olahraga istirahat, ada yang dagang es. Itu sebenarnya sudah dilarang oleh gurunya, tapi mungkin karena anak-anak tertarik dan harganya murah, akhirnya membeli juga,” ujarnya.

Tak lama berselang setelah mencicipi minuman dingin tersebut, kondisi fisik sejumlah siswa mulai menurun drastis. Gangguan kesehatan yang muncul secara mendadak ini membuat pihak sekolah segera mengambil tindakan evakuasi ke pusat medis.

“Setelah itu beberapa saat kemudian anak-anak banyak yang mual. Saat ini saya masih perjalanan menuju Pagelaran untuk memastikan kondisi dan mencari informasi yang sebenarnya,” katanya.

Berdasarkan kronologi sementara, para siswa kelas 3 dan 4 awalnya mengikuti program makan siang sekitar pukul 08.15 WIB sebelum melanjutkan ke sesi olahraga. Saat jeda pelajaran itulah mereka diketahui membeli es jeli yang diduga menjadi penyebab gangguan pencernaan tersebut.

Sebanyak 10 pelajar saat ini tercatat menjalani perawatan intensif di RSUD Pagelaran, sementara delapan korban lainnya ditangani oleh tim medis di Puskesmas Pagelaran. Langkah medis diambil dengan cepat untuk mengantisipasi dehidrasi akibat gejala yang dialami para siswa.

Kepala Bidang Medik RSUD Pagelaran, dr. Cecep Willy Budiman, memaparkan bahwa mayoritas pasien yang masuk ke ruang instalasi gawat darurat menunjukkan indikasi klinis gastroenteritis. Ia memastikan seluruh siswa yang masuk dalam daftar korban sudah berada dalam penanganan tim dokter.

“Ada sembilan anak yang masuk ke IGD RSUD Pagelaran. Gejalanya mual-mual dan pusing. Saat ini seluruh pasien sudah ditangani,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (13/05/2026).

Halaman:

Tags

Terkini