JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Langkah nyata dalam memperkuat posisi tenaga keperawatan sebagai pilar utama kesehatan publik terlihat dari berkumpulnya ribuan perawat di kawasan RSUD Sayang Cianjur pada Minggu (26/4/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi para tenaga kesehatan untuk merefleksikan peran mereka dalam struktur pelayanan medis daerah sekaligus mempererat koordinasi antarfasilitas kesehatan di seluruh Kabupaten Cianjur.
Sejak pagi hari, para tenaga medis tersebut terlibat dalam serangkaian aktivitas fisik berupa jalan sehat sejauh 5,2 kilometer yang melintasi pusat kota.
Selain aspek kesehatan jasmani, agenda ini diisi dengan beragam aksi sosial mulai dari donor darah hingga penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan mitra kerja menunjukkan adanya keterikatan yang kuat antara profesi perawat dengan ekosistem pelayanan publik secara luas.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Cianjur, Asep Solihat, menegaskan bahwa esensi dari pertemuan besar ini adalah untuk memberikan ruang apresiasi bagi para perawat yang telah mendedikasikan diri sepenuhnya di lini terdepan.
Solidaritas yang terbangun antaranggota profesi diharapkan mampu menjadi energi tambahan dalam menghadapi tantangan beban kerja yang tinggi di lapangan.
“Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi dan bentuk apresiasi bagi seluruh anggota PPNI. Kami menjalani seluruh rangkaian acara dengan penuh kebahagiaan karena adanya dukungan dari berbagai pihak,” ujar Asep saat menyampaikan di tengah rangkaian acara.
Dukungan terhadap penguatan kualitas profesi ini juga tampak dari kehadiran jajaran legislatif dan eksekutif, yaitu Bupati Cianjur, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur serta perwakilan dari Dinas Kesehatan.
Kehadiran para direktur rumah sakit dari sektor publik maupun swasta dalam kesempatan tersebut menandakan adanya kesamaan visi dalam memajukan standar layanan keperawatan di wilayah tersebut.
Dalam konteks pelayanan, ditekankan bahwa perawat yang merupakan populasi terbesar di fasilitas kesehatan memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat kepuasan pasien.
Fokus utama saat ini diarahkan pada perubahan paradigma pelayanan yang tidak hanya mengandalkan aspek teknis medis, tetapi juga menyentuh sisi emosional dan kemanusiaan pasien.
“Pesan utama kami tahun ini adalah bagaimana perawat terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hal sederhana seperti senyum, sapa, dan sikap ramah kepada pasien merupakan bagian penting dari pelayanan yang humanis,” ungkap Asep menekankan pentingnya komunikasi yang santun.
Di samping penguatan etika dan perilaku, upaya sistematis dalam meningkatkan kapasitas intelektual para perawat terus digalakkan melalui program pendidikan dan pelatihan teknis.