Rangkaian acara kemudian diakhiri dengan penghormatan kepada para pendahulu melalui kegiatan ziarah ke makam pejuang perempuan daerah, termasuk makam Cicih.
Langkah ini dilakukan untuk menumbuhkan kembali ingatan kolektif akan jasa para tokoh lokal yang telah berjuang demi martabat bangsa.
Susi menutup kegiatan dengan menyatakan bahwa Hari Kartini harus menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan memastikan adanya kebijakan yang berpihak pada kepentingan perempuan.