JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April 2026, dengan cara yang substantif melalui serangkaian agenda pemberdayaan.
Kegiatan yang melibatkan kader serta warga sekitar ini bertujuan untuk memperkuat posisi kaum hawa dalam berbagai aspek kehidupan.
Fokus perayaan tahun ini berpusat pada penggabungan antara kesehatan fisik, penguasaan teknologi, dan pelestarian sejarah lokal.
Ketua DPC PDI Perjuangan Cianjur, Susi Susilawati, mengungkapkan bahwa pihaknya berupaya menggeser paradigma peringatan yang bersifat seremonial belaka menjadi aksi yang lebih menyentuh kebutuhan dasar.
"Kami ingin Hari Kartini bukan sekadar seremonial, namun harus ada nilai kesehatan, edukasi, dan aksi nyata untuk lingkungan," ujar Susi saat memberikan sambutan di lokasi acara.
Menurut penuturannya, bahwa Kartini masa kini harus memiliki raga yang sehat dan wawasan yang luas.
Olahraga yoga menjadi agenda pembuka sebagai refleksi atas pentingnya keseimbangan mental dan fisik bagi perempuan.
Panitia menilai bahwa kebugaran merupakan fondasi utama agar perempuan mampu menjalankan peran ganda di ranah rumah tangga maupun sektor publik secara maksimal.
Susi berpendapat bahwa kesehatan menjadi modal paling mendasar bagi perempuan untuk berperan aktif tanpa mengabaikan kesejahteraan diri sendiri.
Selain aspek kesehatan, partai ini juga memberikan edukasi mengenai perlindungan hak perempuan di dunia siber. Materi literasi hukum tersebut mencakup pengamanan data pribadi serta langkah preventif menghadapi kekerasan berbasis gender yang kian marak di ruang digital.
"Pemahaman akan hak adalah kunci utama agar perempuan tidak tertinggal di tengah cepatnya arus digitalisasi," ucap Susi saat menekankan pentingnya melek teknologi bagi kaum hawa.
Kepedulian lingkungan turut ditunjukkan melalui pembagian bibit tanaman kepada seluruh peserta yang hadir sebagai simbol kemerdekaan menjaga masa depan.
"Menanam pohon adalah bentuk kemerdekaan perempuan dalam menjaga ekosistem yang bisa dimulai dari pekarangan rumah," tegas Susi.
Gerakan ini diharapkan mampu mendorong kaum perempuan untuk mengambil peran dalam menjaga kedaulatan ekologis di wilayah Cianjur.