JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Masjid Agung Cianjur baru saja menjadi saksi antusiasme ribuan jemaah dalam kegiatan Kajian Tauhid bersama KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym pada Rabu 28 Januari 2026.
Ketua DKM Masjid Agung Cianjur KH Deni Ramdani mengungkapkan bahwa acara ini awalnya merupakan inisiatif Daarut Tauhiid (DT) Peduli yang memohon izin tempat untuk penggalangan dana bagi korban bencana di Sumatra.
Pihak DKM kemudian berinisiatif menggabungkan agenda tersebut dengan peringatan Isra Miraj tingkat kabupaten karena saat ini anggaran daerah belum turun untuk menyelenggarakan acara sebesar itu.
Meski bertempat di masjid agung seluruh urusan teknis mulai dari kepanitiaan penyediaan fasilitas IT hingga bazar UMKM dikelola sepenuhnya oleh tim DT Peduli.
Kiai Deni menegaskan bahwa pihak masjid hanya memfasilitasi lokasi dan tidak terlibat dalam pengelolaan dana yang terhimpun.
"Tujuan utamanya adalah murni gerakan kemanusiaan guna membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Sumatra," ujarnya.
Kajian ini mendapatkan respons yang sangat luar biasa dari warga hingga area atas dan bawah masjid dipenuhi oleh sekitar 3000 jemaah yang mayoritas atau sekitar 60 persen di antaranya adalah kaum ibu.
Jarang sekali Masjid Agung terlihat sepadat itu dan kehadiran da'i nasional seperti Aa Gym dinilai sangat efektif dalam meningkatkan keimanan serta kepedulian sosial warga Cianjur.
"Sebelumnya melalui MUI Pemkab Cianjur juga sempat menyalurkan bantuan lebih dari 400 juta rupiah untuk korban bencana serupa pada awal Desember lalu," ungkapnya.
Harapannya kegiatan keagamaan yang menghadirkan tokoh nasional dapat lebih sering dilaksanakan di masa mendatang untuk memperluas wawasan keislaman.
"Melalui momen peringatan Isra Miraj ini semangat berbagi masyarakat Cianjur diharapkan terus tumbuh meski di tengah keterbatasan anggaran pemerintah," harapnya.
DKM Masjid Agung mengaku sangat bersyukur acara dapat berjalan tertib meski kapasitas bangunan yang biasanya menampung 2200 orang harus melayani jemaah yang membeludak.