Pikiran, dengan segala kecerdasannya
sering kali kurang bisa menerima
mengumpulkan dalih sebagai pembenar
agar terlihat selalu benar
menumpuk kebenaran semu
yang dirinya sendiri sudah tahu
sibuk meninggikan dirinya
demi pengakuan semata
memaknai realita kehidupan
sekadar panggung untuk dipertontonkan
bukan ladang untuk ditanami
buat bekal perjalanan hidup ini
gemerlap dunia memang penting
tapi hati jangan sampai kering
karena perjalanan masih jauh
ribuan jarak yang harus kita tempuh
dari dunia menuju asal
dari fana menuju kekal
yang berjalan bukan kaki
tapi jiwa yang kembali
Jalaludi Rumi pernah mengingatkan
kehidupan, kerinduan yang sedang berjalan
sebagai ujian cinta dan kesadaran
setiap getar rindu, adalah panggilan pulang
seperti burung yang akan kembali ke sarang
maka melepaskan keakuan
sebuah keniscayaan
agar timbul kesadaran
bahwa segalanya hanyalah titipan
Malang, 30 Januari 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
LSM GRASI Desak Transparansi Pengelolaan BBM di PT KAI
Le Eminence Puncak Tawarkan Paket Makan Malam Romantis Hari Valentine Mulai Rp 850 Ribu
Mutiara Pagi: Menahan Lisan (Bagian 2104)
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Digital, SMAS Al-Ittihad Cianjur Gelar In House Training Kurikulum Nasional
Cegah Anemia Remaja, Mahasiswa Institut Kesehatan Rajawali Ciptakan "IRONPLAY" Ular Tangga Edukatif
LBH Ansor Jabar Tolak Penetapan Mantan Menag Gus Yaqut sebagai Tersangka Korupsi Haji
Mengenal Gejala Kelelahan Mental yang Sering Terabaikan Menurut Syela Stephanie
Agro Kader, Strategi Mengemas Protein Lokal dalam Kepraktisan Modern
Satu Abad Nahdlatul Ulama: PBNU Gelar Puncak Harlah Ke-100 di Istora Senayan
Cahaya Al-Muhajirin Pepabri Gunteng: Berbakti Kepada Orang Tua yang Telah Tiada (Bagian 24)