daerah

Pernyataan Sikap Aktivis Perempuan Cianjur Terhadap Kematian Affan Kurniawan

Senin, 1 September 2025 | 07:51 WIB

Journalnusantara.com, Cianjur - Sebagai seorang aktivis perempuan dari Cianjur, Vira Aulia N menyatakan keprihatinan mendalam dan melihat kasus meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, sebagai sebuah tragedi yang sangat serius.

Kejadian tragis ini adalah bukti nyata kegagalan beruntun oleh pihak-pihak yang seharusnya melindungi rakyat. Di satu sisi, pemerintah gencar mengumbar retorika tentang "kesejahteraan rakyat" dan "demokrasi yang matang," tetapi di sisi lain, nyawa seorang warga justru melayang di jalanan.

Kematian Affan Kurniawan yang dilindas oleh kendaraan taktis Brimob merupakan sebuah ironi yang begitu menyakitkan. Alat negara yang seharusnya berfungsi untuk melindungi, justru menjadi penyebab hilangnya nyawa.

Peristiwa ini terjadi di depan Gedung DPR, tempat para wakil rakyat yang konon katanya memperjuangkan kesejahteraan. Insiden ini, yang terjadi di tengah seruan keras dari buruh dan mahasiswa, menunjukkan bahwa janji-janji pemerintah seringkali hanya sebatas kata-kata.

Ada beberapa poin penting yang tidak bisa kita abaikan dalam kasus ini:

Tanggung Jawab Negara yang Jelas

Kendaraan taktis yang menewaskan Affan adalah milik negara dan dioperasikan oleh aparat penegak hukum. Ini menunjukkan secara gamblang bahwa negara, melalui aparatnya, adalah penyebab langsung dari tragedi ini, bukan sekadar pihak yang menonton.

Pernyataan Kontradiktif dari Pimpinan Tertinggi

Pernyataan Presiden yang terkejut dan kecewa atas tindakan berlebihan aparat mengindikasikan adanya potensi kurangnya pengawasan dan pemahaman prosedur di lapangan. Sungguh aneh ketika pimpinan tertinggi sebuah negara terkejut oleh tindakan aparat yang seharusnya berada di bawah kendalinya.

Fokus Penyelidikan yang Keliru

Meskipun tujuh anggota Brimob yang terlibat telah diamankan, penyelidikan justru difokuskan pada dugaan pelanggaran kode etik, bukan pidana. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa kasus ini hanya akan diselesaikan sebagai urusan internal institusi tanpa ada keadilan yang substansial bagi korban dan keluarganya.

Proses Hukum yang Kurang Transparan

Pemerintah memang menjanjikan penyelidikan yang transparan, tetapi penanganan kasus yang masih berada di lingkungan Divisi Propam Polri menimbulkan pertanyaan publik. Apakah transparansi ini benar-benar terbuka atau hanya akan terbatas dalam bingkai yang ditentukan oleh pihak yang bersangkutan?

Kematian Affan Kurniawan bukanlah sebuah kecelakaan. Ini adalah potret nyata dari kekerasan negara yang membabi buta dan bukti bahwa nyawa rakyat kecil dianggap tidak lebih dari skenario pencitraan. Kami tidak akan terperangkap dalam narasi yang berusaha mengaburkan fakta.

Halaman:

Tags

Terkini