Journalnusantara.com, Cianjur – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Rayon Tarbiyah PMII STAI Al-Azhary Cianjur sukses mengadakan Kajian Keperempuanan bertajuk
“Kepemimpinan Wanita: Realitas dan Tantangan Ber-PMII”.
Acara yang berlangsung di Kampus Pergerakan STAI Al-Azhary,Cianjur Jl. KH Abdullah Bin Nuh, Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, ini menghadirkan antusiasme besar dari para kader perempuan, Sabtu (18/01/2015)
Ketua KOPRI Rayon Tarbiyah, Vani Zakiyah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah bagi kader perempuan untuk menggali wawasan kepemimpinan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan di era modern.
“Perempuan di PMII tidak hanya dituntut untuk aktif dalam organisasi, tetapi juga menjadi pelopor perubahan di masyarakat. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan pemimpin perempuan yang berintegritas dan berdedikasi tinggi,” ujar Vani.
Acara ini menghadirkan Eva Syarifatul, seorang akademisi sekaligus tokoh perempuan inspiratif, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Eva menyoroti pentingnya perempuan untuk menguasai kemampuan manajerial dan kepemimpinan dengan tetap menjaga identitas sebagai perempuan ber-Aswaja.
“Perempuan memiliki peran strategis yang tidak bisa diabaikan. Namun, kita harus sadar bahwa tantangan utama dalam kepemimpinan perempuan adalah stereotip gender yang masih kuat di masyarakat," ucapnya.
"Selain itu kader KOPRI harus mampu membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin yang tangguh tanpa melupakan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal,” tegas Eva Syarifatul.
Eva juga menambahkan bahwa PMII harus terus mendukung dan memberikan ruang lebih besar bagi kader perempuan untuk berkontribusi di berbagai lini.
“Kepemimpinan bukan hanya soal posisi, tetapi soal aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat,” katanya.
Kajian yang berlangsung selama beberapa jam ini juga diisi dengan diskusi interaktif, di mana peserta aktif menyampaikan pandangan dan bertukar pengalaman terkait tantangan yang dihadapi perempuan dalam memimpin.
Acara ditutup dengan harapan besar agar kader KOPRI Rayon Tarbiyah terus menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, sekaligus berkontribusi membangun organisasi yang lebih inklusif dan progresif.
Vani Zakiyah menyampaikan bahwa ini bukan hanya akhir dari sebuah kajian, tetapi awal dari gerakan perempuan yang lebih solid di PMII STAI Al-Azhary Cianjur.