“Pemberdayaan perempuan adalah proses menuju kemandirian dan kesadaran terhadap peran penting perempuan. Namun, tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah budaya patriarki dan minimnya dukungan masyarakat terhadap perempuan,” jelasnya.
Dalam diskusi yang berlangsung, peserta sepakat bahwa kesetaraan gender berarti memberikan hak dan kesempatan yang sama bagi laki-laki dan perempuan.
“Sebagai intelektual muda NU, kita harus berperan aktif dalam menciptakan keadilan gender di semua aspek kehidupan,” tambah Winda.
Diskusi ini diharapkan mampu mendorong perempuan muda NU untuk menjadi agen perubahan, memperjuangkan hak-hak mereka, dan mewujudkan keadilan gender di masyarakat.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ruang aman dan mendukung perempuan dalam berkarya,” pungkasnya.