Journalnusantara.com, Cianjur - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Jawa Barat menggelar webinar bertajuk “Keberdayaan Perempuan Menumbuhkan Kekuatan untuk Perubahan Sosial” pada Sabtu (28/12/2024).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk mahasiswa dari kampus-kampus yang berafiliasi dengan NU.
Ketua BEM PTNU Jawa Barat, Abdul Rohman, dalam sambutannya menyoroti pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan untuk berekspresi dan berkarya.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa hak-hak perempuan masih sering terabaikan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat," ujarnya
"Tujuan dari webinar ini kami selenggarakan untuk menyadarkan perempuan muda NU tentang pentingnya memperjuangkan hak-hak mereka,” tegasnya.
Ketua PW IPPNU Jawa Barat, Renita, dalam pemaparannya menekankan pentingnya kesadaran kolektif akan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
“Perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan sosial. Kita harus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya peran perempuan, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, maupun budaya,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua PKC KOPRI PMII Jawa Barat, Winda Nurmaulida, yang menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai langkah menuju kesetaraan gender.
Artikel Terkait
Strategi Keseimbangan dalam Merancang Prestasi dan Merespon Aksi
Heboh, Penemuan Batu Bertulis di Kaki Gunung Galunggung: Antara Fenomena dan Fakta
Melihat Stasiun Gombong di Kebumen
Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram
GP Ansor dan Karang Taruna Maleber Gelar Kajian, Kader Diminta Pelototi Program Desa
Mutiara pagi: Nahkoda Kehidupan (Bagian 1724)
PMII STISNU Cianjur Gelar Raker dan Talkshow: Membangun Kader Profesional dan Humanis
Mendung: Benarkah Isyarat Hujan Akan Segera Turun?
Terima Jurnalis Santri, KH Maruf Amin Bicara Pentingnya Menghadapi Era Post Truth
Mutiara pagi: Tentang Kehidupan (Bagian 1725)