JournalNusantara.com - Jelang Pilkada Cianjur yang akan dilaksanakan 27 November 2024 mendatang, beberapa tokoh sudah mulai melakukan sosialisasi baik itu melalui baligo atau media sosial.
Pengemasan sosialisasi pun beraneka ragam termasuk kubu incumbent. Salahsatunya temuan Jaringan Intelektual Muda (JIM) yang mengungkapkan adanya dugaan pimpinan RSUD Cianjur yang terlibat politik praktis dengan memberi intruksi agar bawahannya mengupload distatus fhoto Bupati Cianjur H. Herman Suherman bersama sosok yang dikenal bernama H. Ibang yang digadang-gadang akan menjadi calon wakil bupati di Pilkada nanti.
"Jaringan intelektual Muda (JIM) mengindikasi Dirut RSUD dan pegawai RSUD terlibat politik praktis." Ujar Alif Irfan kepada JournalNusantara.com, Senin (18/3/2024).
'Hal tersebut sangat kami sesalkan". Tambahnya.
Baca Juga: Jus Mengkudu Baik untuk Kesehatan Kulit
'Sebelum masuk tahapan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA), kami mendapatkan temuan lapangan dan aduan, bahwasanya ada indikasi interpensi dari Dirut RSUD kepada para pegawai agar semuanya harus meng uplod fhoto Calon Bupati dan wakil Bupati Cianjur 2024 (H. Herman dan H. Ibang) di media sosial yang mereka punya." Jelasnya.
"Sedangkan tahapan Pilkada masih cukup lama, kami sebagai agent of social control menyikapi adanya hal tersebut dan kami juga mengindikasi di Pilkada nanti pasangan tersebut akan menggunakan perangkat dan fasilitas negara, sekarang juga sudah terbukti para pegawai dan Dirut terindikasi di interpensi untuk memasang status." Tegasnya.
Baca Juga: Ciptakan Kondusifitas Bulan Ramadan, Polres Cianjur Rutin Gelar Patroli
"H. Herman Suherman sendiri sekarang masih menjabat sebagai Bupati Cianjur, seharusnya beliau memaksimalkan progam kerjanya, yang masih banyak belum terrealisasi. Kami harapkan Bupati memberikan teguran, atas kejadian seperti itu jangan diam saja dan tidak bisa berbuat apa apa, jangan sampai memberikan asumsi liar kepada masyarakat." Pungkasnya.***