daerah

Sirekap Bermasalah, Firman Mulyadi Himbau Jangan Mudah Terpancing Demi Suksesnya Pemilu 2024

Sabtu, 17 Februari 2024 | 20:19 WIB
Firman Mulyadi (Abdul Qodir Majid)

JournalNusantara.com - Penghitungan suara (Real count) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus berlangsung. Data diambil dari tempat Pemungutan Suara (TPS) yang di input melalui aplikasi Sirekap.

Baca Juga: Generasi Milenial Muslim Dalam Menghadapi Tantangan Zaman

Namun, banyak laporan bahwa proses pemasukan data entry data) di aplikasi Sirekap yang dikembangkan KPU bermasalah. Secara teknis, Sirekap menggunakan teknologi AI untuk membaca pola tulisan tangan dari formulir Model C1-Plano. Sistem Sirekap akan mengubah pola tulisan di kertas fisik menjadi data numerik digital. Namun, proses pemindaian (scan) data dari formulir Model C1-Plano banyak yang tak sesuai kenyataan lapangan.

Baca Juga: Kandungan dan Manfaat Jahe yang Wajib Diketahui

"Aplikasi Sirekap bertujuan untuk mempermudah Caleg memeriksa hasil suara". Ujar Politisi Partai Golkar, Firman Mulyadi kepada JournalNusantara.com, Sabtu (17/2/2024).

"Hasil hitungan yang terkumpul dalam Sirekap harus disesuaikan dengan hasil C1 plano yang bisa didapat oleh Caleg atau para saksi di tiap TPS atau sidang Pleno PPK". Tambah Firman. 

Baca Juga: Dirty Vote Adalah Jawaban Atas Dugaan Arus Balik?

"Beredarnya berita tentang terjadi eror system Sirekap memungkinkan para Caleg harus fokus mengawal dan menunggu hasil perolehan suara dari Realcount C1 plano, jangan mengandalkan informasi Sirekap karena dikhawatirkan akan berdampak secara psikologis artinya perasaan akan memperoleh kemenangan padahal tidak". Tegasnya.

"Kita sama-sama berikhtiar dan berdo'a semoga apapun hasilnya, itu hasil yang terbaik. Karena Caleg hanya penerima mandat rakyat, kita tidak bisa memaksa kehendak rakyat". Pungkasnya.

Mari kita kawal proses Pemilu 2024 supaya berakhir sukses tanpa ekses.***

Tags

Terkini