JournalNusantara.com - Hari Toleransi Internasional jatuh tanggal 16 November merupakan salahsatu hasil kesepakatan dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mewujudkan toleransi umat manusia yang ada dibelahan dunia.
Baca Juga: Arti Sebuah Komitmen
Hari Toleransi Internasional atau International Day of Tolerance diperingati sejak tahun 1995.
Menurut anggota DPRD Cianjur dari Partai PKS, Sinta Dewi Yuniarti mengungkapkan bahwa inti dari International Day of Tolerance adalah merayakan keberagaman dan toleransi dalam wujud nyata, serta untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang satu sama lain.
Baca Juga: MP3C Akan Buka Angkringan Pandanwangi
"Hari Toleransi Internasional bertujuan untuk merayakan keberagaman dan toleransi dalam wujud nyata, serta untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang satu sama lain". Ujar Sinta kepada JournalNusantara.com, Senin (15/11/2023.
"Agama Islam mengajarkan setiap manusia memiliki derajat yang sama dimata Tuhan, yang membedakan hanya keimanan dan ketaqwaannya saja". Tegasnya.
"Sikap toleransi merupakan salahsatu bentuk akhlaqul karimah atau akhlak yang baik. Kita harus selalu berbuat baik kepada siapapun baik itu kerabat, teman, tetangga, bahkan manusia yang ada dibelahan bumi ini wajib saling menghargai dan menjaga persaudaraan tanpa membedakan ras, agama serta golongan". Tambahnya.
Baca Juga: Menyikapi Penggunaan Media Teknologi Internet Kaitan Dengan Invasi Zionis Israel ke Palestina
"Sikap toleransi juga harus dimiliki oleh para pemimpin agar bisa menumbuhkan kesadaran bahwa keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis bukanlah dalih untuk konflik, tetapi kekayaan umat manusia. Keragaman adalah kekayaan." Pungkas Sinta yang saat ini merupakan Caleg DPRD Cianjur Dapil 1 (Kecamatan Cianjur, Karangtengah, Cilaku).***