daerah

MATAK Desak Proses Hukum Pelaku Penganiayaan Aktivis Mahasiswa Cianjur

Kamis, 28 September 2023 | 16:34 WIB
Unang Margana Ketua Masyarakat Anti Kekerasan (Matak) Kabupaten Cianjur (Abdul Qodir Majid)

JournalNusantara.com - Masyarakat Anti Kekerasan (MATAK) Cianjur kecam tindakan kekerasan pemukulan atau penamparan yang dilakukan oleh Saudara J, yang notabene selaku Dewan Pengawas di RSUD Pagelaran terhadap Aktivis Mahasiswa Unsur Saudara Alief Irfan, dalam menyoal kegiatan Ibadah Umroh.

Dalam pernyataannya Warga Cianjur yang tergabung dalam Matak tersebut menyatakan sikap yang isinya menuntut penegakan supremasi hukum terhadap pelaku. 

Baca Juga: Jika Isteri Atau Suami mu Meninggal Lebih Dahulu

Ketua Masyarakat Anti Kekerasan (MATAK) Kabupaten Cianjur, Unang Margana saat dihubungi JournalNusantara.com, Kamis (28/09/2023) menyatakan bahwa ada beberapa pernyataan sikap MATAK salahsatunya merasa prihatin, menyesalkan dan mengutuk tindak kekerasan dan Premanisme yang dilakukan oleh Saudara J terhadap Alief Irfan aktivis Mahasiswa Unsur.

" Kami  merasa prihatin, menyesalkan dan mengutuk tindak kekerasan dan Premanisme yang dilakukan oleh Saudara J terhadap Alief Irfan aktivis Mahasiswa Unsur." Ujar Unang.

"Dalam ruang Demokrasi, menyikapi perbedaan aspirasi dan pendapat masyarakat, dengan dalih apapun tidak harus diselesaikan melalui cara kekerasan dan premanisme." Tambahnya.

Baca Juga: Niat Umroh Berbuah Polemik, Cianjur Institute Akan Usut Dugaan Umroh Gate Rombongan Bupati Cianjur

"Dalam upaya penegakkan supremasi hukum dan Keadilan, Siapapun yang ada indikasi sudah melakukan perbuatan pidana harus diproses hukum dengan mengedepankan Asas Praduga Tidak Bersalah." Tegas Unang.

"Berdasarkan hal-hal diatas maka kami memohon, meminta, dan mendesak, kepada :Kapolres Cianjur, untuk mengusut tuntas dan memproses hukum menurut aturan hukum yang berlaku di Wilayah NKRI, dan memberikan perlindungan terhadap aktivis Mahasiswa. Bupati Cianjur, untuk memberhentikan Saudara J, dari Jabatan Dewan Pengawas RSUD Pagelaran, karena sudah mencederai demokrasi dan merusak tananan Cianjur yang damai dan berakhlaqul Karimah." Pungkasnya.

Baca Juga: HIMAT Cianjur Kecam Dugaan Tindakan Penganiayaan Aktifis Yang Dilakukan Orang Dekat Bupati Cianjur

Unang Margana berharap bisa terwujudnya Penegakkan hukum dan keadilan, juga tidak ada lagi tindak kekerasan/premanisme dalam menyikapi perbedaan pendapat, khususnya di Kabupaten Cianjur.***

Tags

Terkini