Journalnusantara.com - Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Cianjur mengecam keras atas tindakan kekerasan terhadap kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur oleh oknum yang disinyalir salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur.
"Dalam konteks ini, IKA PMII Kabupaten Cianjur menegaskan bahwa tindakan kekerasan tidak boleh diterima, terlepas dari siapa pelakunya, apalagi yang melakukan tindakan kekerasan itu pejabat publik, yang seharusnya memberikan sebuah contoh terhadap masyarakat luas dalam bertutur maupun bertindak," ucap Yogi Iskandar, selaku Sekretaris Umum IKA PMII Kabupaten Cianjur.
Dirinya menyebutkan, bahwa adanya kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan tidak dibenarkan baik menurut hukum maupun nilai-nilai sosial yang ada dimasyarakat. Hal tersebut dapat mencoreng nama baik Kabupaten Cianjur yang terkenal dengan kota santri yang lekat dengan sopan dalam bertindak, santun dalam bertutur
"Dialog seharusnya bisa berjalan tanpa harus adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bersangkutan, adanya kekerasan dalam menyelesaikan masalah justru memperkeruh permasalahan itu sendiri, bahwa tujuan adanya dialog ialah sebagai solusi agar tindakan main hakim sendiri tidak terjadi dalam menyelesaikan sebuah permasalahan," imbuhnya.
Tindakan tersebut menurutnya, sudah masuk kepada ranah hukum maka IKA PMII Kab Cianjur menyerahkan dan mempercayakan kepada pihak yang berwenang sesuai dengan prosedur yang berlaku, tugas kita adalah mengawal prosesnya.
"Kami harap jangan ada kata damai bagi tindakan melawan hukum, sebagai bentuk sosialisasi dan penyadaran juga bagi orang lain yang hendak melakukan tindakan serupa," tambah Darus sebagai Bendahara IKA PMII Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan pengakuan Alief, peristiwa itu terjadi pada Senin, 25 September 2023 sekitar sore hari dirinya diajak ngopi oleh staff Sekretaris Pribadi (Sekpri) Bupati Cianjur berinisial R.
Agenda ngopi di sebuah cafe di halaman gedung pertemuan Assakinah beralamat di Jalan KH Abdullan Bin Nuh, yakni membahas rencana JIM yang bakal menggelar aksi mengkritisi bupati, salah satunya soal kegiatan umrah bareng pejabat yang diduga pihaknya menggunakan dana APBD.
Sesampainya di cafe, Alief kaget dikira pertemuan hanya dengan staff Sekpri Bupati, malah ada beberapa orang yang datang berurutan.
“Kan yang ngajak ngopi itu staff Sekpri Bupati, tetapi tak berapa lama berdatangan yang lainnya,” tutur Alief pada wartawan, Selasa, 26 September 2023.
Tidak ada kecurigaan akan melakukan kekerasan, karena sekitar 10 menit ngobrol biasa saja. Tiba-tiba saya dilempar oleh orang yang tak dikenalnya, tepat kena muka.
“Usai dilempar, lalu saya mendapat kekerasan fisik di muka,” jelasnya.
Tidak terima mendapat kekerasan fisik, Alief bergegas ke Rumah Sakit Bhayangkara Cianjur untuk dilakukan visum lalu melaporkan malam itu juga ke Mapolres Cianjur.
“Kalau pelaku pelemparan dan pemukulan awalnya tidak kenal, tapi setelah melihat fotonya saya jadi tahu namanya, yaitu Jamaludin,” ujar Alif.
Artikel Terkait
Polres Majalengka Tindak Tegas Pemuda yang Hendak Tawuran
Sidang Majelis Umum PBB, Krisis Dunia dan Pilpres
Whoosh, Nama Kereta Cepat Jakarta Bandung
81 Seniman Lintas Negara Ikuti Pameran di Kota Bandung
Desa Panyusuhan Siap Klarifikasi Terkait Berita Miring Dugaan Korupsi Pengelolaan Dana Desa
Bu Kades Panyusuhan, Bersama Masyarakat Membangun Desa
Merenungi Antara Anugerah Dengan Musibah
Jadwal Audiensi Mundur, Cianjur Global Institute Sesalkan Pelayanan Sekwan DPRD Yang Terkesan Lambat
Jadilah Istri Yang Qana'ah
Merasa lebih Baik dan Salah Merasa, Ternyata...