Journalnusantara.com, Kabupaten Bekasi - Banjir di Kabupaten Bekasi faktanya tidak hanya di 1-2 titik lokasi, tetapi meluas hingga puluhan lokasi.
Hal ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang mencatat wilayah terdampak banjir di daerah itu meluas hingga 73 titik dari semula 42 titik berdasarkan data terbaru hari ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis mengatakan banjir yang menggenangi 73 titik itu memiliki ketinggian bervariasi, mulai 10 sampai dengan 70 sentimeter.
"Jumlah titik banjir bertambah menjadi 73 dengan jumlah desa terdampak 31 desa," katanya di Cikarang.
Baca Juga: Sungai Cibalapulang Meluap, Sukanagara Cianjur Diterjang Banjir
Dia mengatakan 73 titik banjir itu tersebar di 11 kecamatan, antara lain Kecamatan Karang Bahagia dengan ketinggian muka air 50-70 sentimeter, Babelan 30-40 sentimeter, Sukatani 30-65 sentimeter, dan Kecamatan Cikarang Utara setinggi 30-70 sentimeter.
Lalu Kecamatan Sukakarya setinggi 50-60 sentimeter, Tambun Utara 20-40 sentimeter, Kedungwaringin 10-20 sentimeter, Tambelang 30-40 sentimeter, Tarumajaya, 30-70 sentimeter, Sukawangi, 40-60 sentimeter dan Kecamatan Cikarang Timur yang mulai berangsur surut.
Muchlis menyebutkan banjir di wilayahnya terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak akhir pekan lalu ditambah luapan air sungai di beberapa lokasi.
"Intensitas hujan yang tinggi, lalu luapan air sungai pada aliran Kali Ulu dan Kali Ciherang. Selain itu ada juga yang disebabkan jebolnya tanggul Kali Rahmi serta sistem drainase yang kurang baik," ucapnya.
Baca Juga: Waspada Hujan di Jakarta, Potensi Banjir Menghantui
Pada akhir pekan lalu, banjir menggenangi enam kecamatan di wilayahnya namun tidak berselang lama, jumlah wilayah terdampak bertambah menjadi sembilan kecamatan dengan total 42 titik banjir.
BPBD Kabupaten Bekasi terus melakukan pendataan, evakuasi, sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bekerja sama dengan perangkat-perangkat daerah terkait.
"Selain itu, kami juga mendirikan dapur umur bersama Dinsos (Dinas Sosial) Kabupaten Bekasi dan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas," tandas dia.
Hingga berita ini diturunkan, warga masyarakat masih banyak yang membutuhkan uluran tangan para dermawan dan pemerintah imbas dari banjir tersebut.
Artikel Terkait
Presiden dan Sejumlah Menteri Saksikan Lomba F1 Powerboat Danau Toba
KPK dan BI Jalin Kerjasama, Buru Pelaku Kasus Korupsi
Sri Mulyani Minta Jajaran Pegawai Pajak Jaga Kepercayaan Publik
MUI Resmi Terbitkan Ketetapan Halal Mixue Ice Cream dan Tea
Patroli Pengawasan, Panwaslu Desa Se-Kecamatan Pagelaran Berinisiasi Membentuk Posko Gabungan
Prof. KH. Ali Yafie, Sosok Ulama Tradisionalis yang Inklusif-Modern
Bincang-Bincang Ringan dengan Ilhan Omar, Anggota Kongres Amerika Serikat
Pungutan Berkedok Sumbangan di SMAN 1 Cilaku, Sebagian Diduga Masuk Iuran MKKS
Aspirasi Tak Digubris, Aliansi Masyarakat Cianjur Menggugat (AMCM) Kuasai Gedung DPRD
Kaya vs Hedonisme