MGMP Sejarah Cianjur Perkuat Peran Guru dalam Pengembangan Pariwisata dan Budaya Lokal

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 9 April 2026 | 06:59 WIB
MGMP Sejarah Cianjur. (FOTO: Ist)
MGMP Sejarah Cianjur. (FOTO: Ist)

 

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah Kabupaten Cianjur menyelenggarakan pertemuan bertajuk penguatan peran pendidik dalam mendukung sektor pariwisata budaya dan kearifan lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Bale Prayoga Cianjur pada Kamis, 9 April 2026 ini menjadi momentum penting bagi para guru sejarah untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan potensi daerah.

Berbagai tokoh penting hadir memberikan dukungan, mulai dari jajaran pengurus organisasi hingga perwakilan Pemerintah Kabupaten Cianjur yang menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pariwisata.

Acara dibuka dengan serangkaian sambutan yang menyoroti integrasi nilai-nilai kesejarahan dalam mempromosikan destinasi lokal.

Melansir dari pamflet yang beredar dijelaskan bahwa kurikulum harus mampu beradaptasi dengan kekayaan budaya Cianjur agar siswa tidak hanya menghafal angka tahun, tetapi juga mencintai warisan leluhurnya.

"Peran guru sangat krusial dalam mencetak generasi yang sadar akan potensi wisata berbasis sejarah di wilayahnya sendiri," unggah poster tersebut dikutip media online Journalnusantara.com.

Dalam sesi pemaparan program, fokus utama diarahkan pada pengembangan modul budaya lokal dan rencana kegiatan belajar di luar kelas yang lebih aplikatif.

Para peserta secara intensif mendiskusikan tindak lanjut dari Jambore 3 Pilar Budaya yang mencakup filosofi Ngaos, Mamaos, dan Maenpo sebagai identitas masyarakat Cianjur.

Melalui diskusi tersebut, para pendidik sepakat untuk merumuskan garis besar pembelajaran yang menggabungkan teori sejarah nasional dengan implementasi nilai-nilai kearifan lokal yang masih relevan hingga saat ini.

Kemudian pertemuan ini diakhiri dengan mufakat mengenai pembentukan tim khusus dan penyusunan lini masa kegiatan sepanjang tahun ajaran mendatang.

Sebagai penutup yang hangat, lebih lanjut pihak panitia menyisipkan sesi ramah tamah bertema lebaran yang diisi dengan tradisi musofahah dan tukar makanan khas daerah.

"Suasana kekeluargaan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antar guru dalam menjalankan agenda prioritas yang telah disepakati demi kemajuan pendidikan dan pelestarian sejarah di Kabupaten Cianjur," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X