(Renungan Batin Yazid al-Bustomy)
Sepuluh yang sempurna
bukan sekadar bilangan
melainkan sebuah penghambaan
yang tumbuh dari cinta dan kesetiaan
tiga hari di tanah yang dimuliakan
menyulam doa dan tulusnya pengorbanan
tujuh hari di tanah kelahiran
menjaga nyala di setiap langkah kehidupan
agar cinta tetap utuh
keyakinan tak pernah rapuh
sehingga lahir kesadaran
betapa besar anugerah Tuhan
sepuluh yang sempurna
adalah rahasia Sang Pencipta
dalam tunduk yang sederhana
siapa pun akan sampai kepada-Nya
tak diukur oleh banyaknya harta
melainkan oleh hati yang merendah
diam-diam bersujud tanpa suara
dengan cinta yang tak kenal lelah
sehingga dapat dirasakan
kedekatan yang tak terucapkan
mengalir tenang penuh kedamaian
diliputi oleh rasa kebahagiaan
Malang, 8 April 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Mutiara Pagi: Delapan Tiada Sembilannya (Bagian 2171)
Nyala Yogya
AS dan Israel Dibangun dengan Sejarah yang Sama
Kerjasama Media Online dengan Hotel
Siasat Jitu Media Online Bangun Kerjasama Barter Staycation dengan Hotel di Kawasan Puncak
Mutiara Pagi: Sembilan Tiada Sepuluhnya (Bagian 2172)
Wajah Baru YPI Al-I’anah Cianjur Targetkan Pengentasan Anak Tidak Sekolah
Negara Tak Boleh Kalah, Menteri Ara Berdebat Sengit dengan Hercules soal Lahan di Tanah Abang
Polri dan TNI Bersinergi Sikat Mafia Migas
Kabar Bahagia dari Ciganjur, Inayah Wahid Resmi Dipersunting Lora Mamak