Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Cianjur

photo author
M Wawan, Journal Nusantara
- Kamis, 9 April 2026 | 06:46 WIB
Mentan Amran menekankan pentingnya percepatan mitigasi tersebut. Mulai dari menggerakkan oplah (optimalisasi lahan) rawa, cetak sawah, pompanisasi, hingga irigasi perpompaan (irpom) termasuk sumur dalam dan sumur dangkal. (pertanian.go.id)
Mentan Amran menekankan pentingnya percepatan mitigasi tersebut. Mulai dari menggerakkan oplah (optimalisasi lahan) rawa, cetak sawah, pompanisasi, hingga irigasi perpompaan (irpom) termasuk sumur dalam dan sumur dangkal. (pertanian.go.id)

JOURNALNUSANTARA.COM - Kabupaten Cianjur sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Jawa Barat.

Sektor pertanian dan perkebunan bukan sekadar warisan budaya, melainkan motor penggerak utama yang menopang stabilitas ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Komoditas padi sawah tetap menjadi primadona, terutama dengan kepopuleran Beras Pandanwangi yang telah menembus pasar nasional.

Kualitas tanah yang subur di wilayah Cianjur tengah dan utara memungkinkan petani menghasilkan gabah berkualitas tinggi yang menjadi daya tawar utama daerah.

Selain tanaman pangan, sektor hortikultura juga berkembang pesat. Wilayah Cipanas dan Pacet menjadi sentra produksi sayuran segar seperti wortel, brokoli, dan daun bawang.

Produk dari kawasan ini rutin memasok kebutuhan pasar induk di Jakarta dan kota-kota besar di sekitarnya.

Sektor perkebunan pun memberikan kontribusi yang tidak kalah besar melalui komoditas teh dan kopi.

Perkebunan teh di kawasan Puncak dan sekitarnya tidak hanya menghasilkan produk ekspor, tetapi juga mendukung sektor pariwisata yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.

Di wilayah Cianjur Selatan, potensi perkebunan rakyat seperti karet dan kelapa mulai dioptimalkan.

Perluasan akses infrastruktur di wilayah ini diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil bumi sehingga pendapatan petani bisa meningkat lebih signifikan di masa depan.

Pemerintah daerah terus berupaya mendorong modernisasi alat mesin pertanian untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Penggunaan teknologi diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor agrobisnis agar regenerasi petani di Cianjur tetap berjalan baik.

Tantangan seperti alih fungsi lahan dan perubahan iklim memang menjadi hambatan nyata.

Namun, dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan pihak swasta, sektor pertanian tetap kokoh sebagai penyelamat ekonomi daerah, bahkan di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global saat ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Wawan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X