JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Pelaksanaan kegiatan Pesantren Kilat atau Sanlat Ramadan di Kabupaten Cianjur tahun 2026 dipastikan akan berlangsung semarak melalui kolaborasi antara Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Cianjur dengan sekolah-sekolah di jenjang SD dan SMP.
Program tahunan ini kembali digelar sebagai upaya memperkuat fondasi keagamaan generasi muda sejak dini.
Ketua DKM Masjid Agung Cianjur, KH Ir Deny Saepul Rohman, menjelaskan bahwa koordinasi teknis pelaksanaan kegiatan tersebut sepenuhnya dipercayakan kepada unit Hamima Masjid Agung Cianjur yang memang fokus pada pembinaan remaja dan anak-anak.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak DKM Masjid Agung Cianjur telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung mulai dari perizinan penggunaan ruang utama masjid hingga bantuan dana operasional kegiatan.
"Kerja sama ini ditargetkan menyasar sekolah-sekolah di wilayah kecamatan kota agar para siswa dapat merasakan suasana beribadah yang khusyuk di masjid terbesar di Cianjur," ucapnya.
Adapun materi yang akan diberikan kepada para santri meliputi dasar-dasar Tauhid, Fiqih Ibadah, serta penguatan Akhlak untuk memastikan pembentukan karakter yang komprehensif sesuai jenjang usia mereka.
Sementara itu, Bidang Kurikulum Sekolah Dasar Kabupaten Cianjur, M. Sidik Gunawan atau yang akrab disapa Abah, menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan telah mengeluarkan edaran resmi terkait jadwal pembelajaran selama bulan suci.
Pada tiga hari pertama Ramadan, yakni tanggal 18 hingga 20 Februari, siswa SD akan belajar secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Selanjutnya, mulai tanggal 23 Februari hingga 13 Maret, pembelajaran di sekolah akan difokuskan sepenuhnya pada kegiatan penguatan karakter dan materi keagamaan seperti membaca Al-Quran dengan jam operasional mulai pukul 06.30 hingga 13.00 WIB.
Sekolah-sekolah yang lokasinya berdekatan dengan pusat kota akan diarahkan untuk mengikuti program Pesantren Kilat langsung di Masjid Agung Cianjur.
"Langkah ini merupakan integrasi dari nilai-nilai kearifan lokal Pancaniti yang dipadukan dengan program Pancawaluya tingkat provinsi serta fokus pada literasi Al-Quran," ungkapnya.
Melalui kolaborasi ini, pengurus masjid dan otoritas pendidikan berharap momentum Ramadan tahun ini dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu agama dan kepribadian yang luhur atau berakhlaqul karimah.
Setelah rangkaian kegiatan Ramadan berakhir, para siswa akan menjalani libur Idul Fitri mulai pertengahan Maret dan dijadwalkan kembali mengikuti pembelajaran normal pada akhir April 2026.
"Dengan pengaturan jadwal yang sistematis, diharapkan kegiatan Pesantren Kilat ini tidak mengganggu kenyamanan jamaah umum di Masjid Agung Cianjur namun tetap memberikan dampak positif yang besar bagi perkembangan psikis dan religiusitas anak didik," imbuhnya.
Artikel Terkait
Grand Aston Puncak Hadirkan Paket Buka Puasa Ramadan in Harmony dengan Cita Rasa Timur Tengah
Menang Banding di PT TUN Jakarta, PB IKA PMII Slamet Ariyadi dan Akhmad Muqowam Serukan Persatuan Alumni
Upaya Peningkatan IPM Cianjur Lewat Transparansi Data Pendidikan dan Validasi Siswa PKBM
Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas
Buka Puasa di Hotel Neo Kota Baru Parahyangan dengan Paket Nusantara Feast Berhadiah Umrah
Menyambut Fajar Ramadan Menyelami Makna Doa dan Keutamaan Puasa
Mutiara Pagi: Uji Diri (Bagian 2125)
Keutamaan Bulan Ramadhan
Mutiara Pagi: Mereka Saudaramu (Bagian 2126)
Ramadhan Emotional Healing: Saat Allah SWT Memeluk Luka-Luka Hati Kita?