Sebelum seseorang menjadi warga negara
sebelum mereka memeluk satu agama
terlebih dahulu adalah manusia
sesamu, sebagai mahluk Sang Pencipta
mahluk yang memiliki akal
dan nilai-nilai instrumental
memiliki perbedaan dan keberagaman
namun tidak meniadakan kesetaraan
lalu jabatan dan kekayaan
kedekatan dengan pusat kekuasaan
sering tampil seperti cahaya
menembus kabut yang ada
kekuasaan menjadi hak istimewa
untuk selalu mendominasi
kekayaan, beban untuk menjaga
agar selalu dihormati
sehingga tak seperti melati
yang menebar keharuman
tetapi ibarat mawar berduri
yang terkadang membahayakan
padahal kuasa adalah amanah suci
yang menuntut pengabdian
bukan singgasana untuk meninggi
tanpa nurani dan pertimbangan
kekayaan laksana cahaya mentari
yang menghangatkan kehidupan
bukan bara api yang membakar diri
menyisakan arang kesombongan
Malang, 20 Februari 2026
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Puasa Kuasa
Rayon Tarbiyah Resmi Demisioner, RTAR Ke-III Tegaskan Semangat Regenerasi
Grand Aston Puncak Hadirkan Paket Buka Puasa Ramadan in Harmony dengan Cita Rasa Timur Tengah
Menang Banding di PT TUN Jakarta, PB IKA PMII Slamet Ariyadi dan Akhmad Muqowam Serukan Persatuan Alumni
Upaya Peningkatan IPM Cianjur Lewat Transparansi Data Pendidikan dan Validasi Siswa PKBM
Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas
Buka Puasa di Hotel Neo Kota Baru Parahyangan dengan Paket Nusantara Feast Berhadiah Umrah
Menyambut Fajar Ramadan Menyelami Makna Doa dan Keutamaan Puasa
Mutiara Pagi: Uji Diri (Bagian 2125)
Keutamaan Bulan Ramadhan