Semarak Haol juga menyentuh sisi ekonomi melalui Bazaar dan Food Court Pesantren yang melibatkan pelaku UMKM sekitar. Ini menjadi bukti nyata pesantren sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.
Sementara itu, dimensi spiritual diperkuat dengan:
1. Takhtimul Qur’an bil Ghoib (27–29 Januari): Oleh para huffaz santri dan alumni.
2. Takhtimul Qur’an bin Nadhor (30 Januari): Melibatkan alumni, muhibbin, dan masyarakat umum.
3. Santunan Anak Yatim (29 Januari): Sebagai wujud kepedulian sosial yang menjadi amanat para masyayikh.
Puncak Haol dan Tabligh Akbar
Puncak acara akan berlangsung pada Jumat (30/1) yang diawali dengan Ziarah Bersama ribuan alumni dari Jawa hingga Sumatra (Lampung).
Acara ditutup dengan Tabligh Akbar bersama Abuya KH Abdullah Mukhtar, Pimpinan Ponpes An-Nidzom sekaligus sahabat karib almarhum Buya KH Dadun Sanusi.
Melalui Haol ini, Pesantren Sunanulhuda kembali mengingatkan bahwa di tengah krisis modernitas, pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk mendidik manusia seutuhnya melalui keseimbangan dzikir, fikir, dan amal sosial.
Layanan Informasi:
Bagi masyarakat yang ingin berziarah, lokasi makam masyayikh dapat diakses melalui Google Maps https://maps.app.goo.gl/MYjSkjcRvCusrtqx6?g_st=aw
Artikel Terkait
Dari Akar Rumput untuk SDGs: Kisah Tanissa Puti Rahmadiva, Anak Muda Indonesia Menggerakkan Perubahan dari Desa
From Water Hyacinth to Global Impact: How Tanissa Puti Rahmadiva Is Redefining Sustainability in Indonesia
Mutiara Pagi: Kemuliaan Tersembunyi (Bagian 2101)
GenZi Berdampak Hadiri Dialog Wakil Rakyat sebagai Wadah Aspirasi Anak Muda
Mutiara Pagi: Kemuliaan Akhlak (Bagian 2102)
PIKK PLN UBP Grati Tanamkan Etika Berkelas Lewat Seminar Manner
Diduga Langgar Aturan Tata Ruang dan Abaikan Pekerja Lokal, PT Lianhua Didemo Gabungan Ormas Cianjur
Rais Aam PBNU Kirim Surat Tabayun ke Gus Yahya Terkait Dugaan Pencatutan Nama
Wakil Ketua DPRD Cianjur Fasilitasi Rekonsiliasi Dualisme Dekopinda
Grand Aston Puncak Sajikan Menu Iftar Khas Timur Tengah dan Nusantara untuk Ramadan 2026