Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa politik adalah seni dalam mengelola sumber daya yang terbatas, "siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana," meminjam kerangka pemikiran Harold Lasswell.
"Dengan demikian, politik adalah seni pengambilan keputusan dan seni distribusi keadilan, bukan semata-mata kompetisi suara," paparnya.
Dalam fase paska elektoral, menurut saya, politik menjadi alat untuk menata ulang prioritas, membangun sinergi antarlembaga, dan mengarahkan setiap kebijakan untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat Cianjur.
"Salah satu fokus utama dalam forum ini adalah penggalian mendalam terhadap berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Kabupaten Cianjur," lanjutnya.
Data dan analisis yang dipaparkan, kata saya, tidak hanya menjelaskan apa yang terjadi, tetapi juga mengapa hal itu terjadi, dan apa implikasinya jika dibiarkan berlarut.
"Menata Cianjur Kita sedianya berangkat dari problematika serius yang dihadapi masyarakat Cianjur dengan berbasis data (based on data), untuk menghindari penilaian secara subjektif dan pengambilan keputusan yang keliru," pungkasnya.
Artikel Terkait
Rusia, Mitra Dagang Strategis Indonesia di Tengah Dinamika Global
Manusia Adalah Pohon, Menemukan Akar dan Makna Kehidupan
Hujan Lebih dari Sekadar Tetesan Air, Sebuah Potensi Kehidupan
Menciptakan Oasis di Tengah Panas, Rahasia Rumah Sejuk dan Adem
Sawala Perdana Dewan Kebudayaan Sunda Jabar, Sinergi Pelestarian Budaya Lokal
Kekuatan Militer Iran, Strategi Pertahanan dan Pengaruh Regional
Militer Israel, Teknologi Canggih dan Strategi Pertahanan Modern
Militer Amerika Serikat, Kekuatan Global dengan Dominasi Teknologi
Mutiara Pagi: Proxy War (Bagian 1878)
Membangun Disiplin dan Wibawa: Pelatihan Protokol Resmi Digelar