Oleh: Imam Shamsi Ali
Di sìnilah kemudian Islam hadir sebagai “rahmah”, yang salah satunya bermakna memberikan tuntunan kepada manusia dalam menghadapi berbagai permasalahan hidupnya. Islam hadir dengan konsep keluarga yang solid dan rinci.
Soliditas konsep Keluarga dalam Islam itu karena bersifat permanen. Tidak berubah-rubah mengikut kepada kecenderungan hawa nafsu manusia. Konsep perkawinan misalnya dalam pandangan Islam mengikut kepada tabiat dasar atau fitrah manusia. Dan karenanya pernikahan akan selalu sejalan dengan kefitrahan manusia. Salah satunya akan abadi bahwa pasangan dalam pandangan Islam itu adalah Adam dan Hawa. Tidak akan pernah bergeser ke John dan David atau Jeanette dan Maria.
Konsep rinci yang dimaksud adalah bahwa aturan-aturan atau acuan dalam membangun keluarga disampaikan secara rinci dalam tatanan hukum Islam. Dari sejak mencari calon, kriteria calon, melamar, pernikahan, hingga ke bagaimana cara menjaga rumah tangga. Bahkan ketika terjadi hal-hal di luar harapan terjadi, perceraian bahkan kematian pasangan misalnya, Islam juga hadir dengan tuntunannya.
Baca Juga: M3GAN, Film Horor Boneka Robot yang Membawa Teror bagi Pemiliknya
Perhatian besar Islam kepada keluarga ini karena kenyataannya memang keluarga adalah “fondasi” kehidupan bermasyarakat. Sebuah bangsa/masyarakat yang solid dalam tatanan keluarga akan solid secara bangsa (as a nation). Sebaliknya sebuah bangsa yang rapuh dalam tatanan Keluarga maka bangsa itu sekuat apapun adalah bangsa yang rapuh (failed nation).
Urgensi Keluarga dalam Islam
Ada beberapa hal yang mendasar Kenapa keluarga memiliki posisi penting dalam ajaran Islam.
Satu, karena Keluarga menjadi bagian dari kecenderungan alami manusia. Semua manusia tanpa kecuali menginginkan keluarga dalam hidupnya. Sejatinya semua makhluk Allah, bahkan alam hewani sekalipun memiliki kecenderungan ini. Allah menegaskan: “Dan Kami jadikan kalian berpasang-pasangan”.
Dua, Allah pun menjadikan pernikahan sebagai institusi tertua dalam sejarah manusia. Sejak Adam dan Hawa diciptakan institusi ini telah dihadirkan. Dan ini menjadi jalan satu-satunya bagi manusia untuk membangun keluarga.
Baca Juga: Adinia Wirasti, Pemeran Serial 'Mendua' yang Disindir Netizen Kurang Terkenal
Tiga, selain misi ubudiyahnya manusia juga diberikan tanggung jawab khilafah dalam arti tanggung sustainability kehidupan manusia dari generasi ke generasi. Khilafah salah satunya bermakna “pergantian generasi”. Dan pernikahan (keluarga) adalah jalan untuk memenuhi tanggung kemanusiaan itu.
Empat, Ketertarikan (atraksi) antar jenis juga merupakan salah satu kebutuhan alami manusia. Islam sebagai ajaran yang sejalan dengan tabiat alami manusia hadir dengan tuntunan. Di satu sisi mengakomodir kecenderungan manusiawi yang mendasar itu. Tapi di sisi lain memberikan tuntunan jelas bagaimana memenuhi kebutuhan itu.
Lima, semua manusia memimpikan ketentraman (kedamaaian) hidup. Islam memandang kedamaian hidup itu ada pada aspek pribadi (fardi) dan sosial (jama’ah). Pada sisi jama’ah ini ketentraman hanya akan terjadi ketika dalam Keluarga terjadi “sakinah” (ketemtraman). Karenanya diciptakan rasa ketertarikan (atraksi) tadi dari dua jenis manusia (laki-wanita) bertujuan agar di antara mereka tercipta “sakinah” (litaskunuu ilaiha). Maka kedamaian dalam keluarga menjadi benih (cikal bakal) kedamaian sosial secara lebih luas.
Artikel Terkait
Menteri BUMN Periksa Persiapan Penyesuaian Harga BBM
Viral, Wali Kota Tegal Gerayangi Dada Biduan Sambil Joget Hot
Drama Korea Ghost Doctor, Rain Kembali Hadir di Layar Televisi Indonesia
Mengejutkan, Noah Schnapp Akui Dirinya Sebagai Gay
Heboh! Seekor Kuda Jantan Bernama Romeo Hobi Makan Gorengan Saat Istirahat
Tips Gunakan Motor dalam Perjalanan agar Seru dan Aman
Catatan Awal Tahun 2023: Membangun Harapan Indonesia
Viral! Ustazah Tengah Mengaji Disawer oleh Jamaah Lelaki, Bak Biduan
Adinia Wirasti, Pemeran Serial 'Mendua' yang Disindir Netizen Kurang Terkenal
M3GAN, Film Horor Boneka Robot yang Membawa Teror bagi Pemiliknya