JournalNusantara.com/ SuaraMahasiswa - Manusia sebagai mahluk sosial akan membutuhkan peran dan keberadaan mahluk lain untuk berkomunikasi di dalam lingkungannya. Sehingga pada kehidupan modern saat ini peran media menjadi hal penting yang digunakan dalam berinteraksi antara satu orang dengan lainnya. Perkembangan zaman yang semakin canggih di berbagai aspek kehidupan telah membawa perubahan-perubahan yang begitu pesat terutama pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
Baca Juga: Ketahuan Konvoi Sambil Live IG, Polisi Tangkap Rombongan Gangster di Jakarta Timur
Kehadiran suatu media dianggap sebagai sumber informasi utama yang cepat dan tepat sehingga dapat mempengaruhi tatanan stabilitas kehidupan sosial yang dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat. Media sosial merupakan bagian dari new media di era global sekarang ini, seperti : facebook, twitter, line, whatsapp,instagram, youtube dan lain sebagainya yang dapat digunakan dengan mudah, dimana saja dan kapan saja.
Segala aspek politik, ekonomi, hukum, budaya, pertahanan dan keamanan bahkan pendidikan sekalipun, baik pada tingkat regional ataupun di tingkat nasional hampir tidak pernah luput dari sorotan media setiap waktunya.Tidak asing lagi masyarakat mendengar kata “hoax”, yang diartikan sebagai berita atau pernyataan yang tidak valid sehingga akan membuat keadaan menjadi panik. Konten hoax sering kali muncul bahkan dapat menimbulkan beragam konflik karena diragukan kebenarannya dan dianggap merugikan pihak-pihak (pribadi, instansi ataupun kelompok) yang berkaitan dengan penyebaran hoax itu sendiri oleh orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.
Baca Juga: Gempa Bumi 6.2 SR Guncang Jember Jawa Timur, Terasa hingga Pacitan dan Trenggalek
Akibat adanya fenomena Hoax di media sosial, publik mulai tidak percaya pada media mainstream dan juga ketidakpercayaan publik pada Pemerintah. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan pemblokiran tetapi tidak akan efektif juga. Semakin di blokir, pelaku Hoax akan membuat platform baru di Media sosial.
Hal ini terjadi akibat adanya kebebasan dan berekspresi, berpendapat dan pesta demokrasi dalam media massa, sehingga kondisi seperti ini menjadi ladang subur pesta Hoax.
Kebanyakan dari kita tentu sudah menyadari bahwa banyak sekali berita, artikel atau konten-konten yang menampilkan judul provokatif. Hal ini membuat banyak orang tergerak untuk bereaksi berlebihan saat membaca judul padahal isi/kontennya masih terbilang wajar atau biasa.
Baca Juga: Resepsi Pernikahan Kaesang Pangrep - Erina Gudono Kerahkan Ratusan Andong dan Becak
Fenomena ini yang menuntut kita sebagai pembaca atau penikmat konten untuk lebih berhati-hati dalam berasumsi atau berpendapat. Kita perlu membiasakan diri untuk terlebih dahulu membaca atau mencari tahu informasi secara akurat, bila terlalu cepat berasumsi tanpa memperhatikan kebenaran informasi yang didapatkan kita bisa saja menjadi salah satu penyebar hoax atau berita palsu.***(Syafira Wulan Diar/KPI)
Artikel Terkait
Mengenal Azzah Dinah Waskito, Top 10 Puteri Indonesia NTB 2023
Kalah Adu Penalti dari Kroasia, Pelatih Jepang Minta Maaf
Berserakan....Festival Musik HITC Jakarta Usai, Sampah Jas Hujan Plastik Bertebaran
Fantastis...Pengemis ‘Kaya’ di Dubai Bisa Dapatkan Penghasilan 1,15 Milliar Per Bulan
Judika saat Ini Mengalami Kerusakan Pada Pita Suara, Hingga tidak Mengambil Job Bernyanyi
Korea Utara Eksekusi Mati Remaja yang Sebarkan Film & Drama Korea Selatan
Resepsi Pernikahan Kaesang Pangrep - Erina Gudono Kerahkan Ratusan Andong dan Becak
Gempa Bumi 6.2 SR Guncang Jember Jawa Timur, Terasa hingga Pacitan dan Trenggalek
Ketahuan Konvoi Sambil Live IG, Polisi Tangkap Rombongan Gangster di Jakarta Timur
H. Oleh Soleh Tinjau Langsung Posko BKPRMI Tanggap Darurat Korban Gempa Cianjur