opini

Indonesia Harus Contoh Jepang Dalam Menangani Bencana Alam

Kamis, 1 Desember 2022 | 07:45 WIB
Ilustrasi - Seismograf mencatat kekuatan gempa bumi. (KLIKTIMES.COM/HO.)

Ketika terjadi bencana orang Jepang biasanya sudah tahu apa yang harus mereka lakukan, dengan hanya membawa barang berharga seefisien mungkin. Sehingga jumlah korban jiwa pun bisa diminimalisir.

5. Selalu siap

Orang Jepang selalu siap menghadapi bencana karena mereka sudah mendapatkan pelatihan dan bekal sejak mereka masih kecil bahkan hingga mereka dewasa pun mereka masih mendapatkan pelatihan ini. Hal ini tak hanya dapat membantu mereka dalam bertindak ketika terjadinya bencana juga dapat meminimalisir jumlah korban. Alhasil, kepanikan pun tidak terjadi dan proses evakuasi berjalan lancar.
Sayangnya kedua poin terakhir (atau mungkin semua) ini tidak kita dapatkan, pasalnya banyak warga Cianjur sendiri yang bahkan tidak tahu bahwa wilayah tempat mereka tinggal merupakan wilayah rawan bencana serta kurangnya pendidikan atau pelatihan tentang mitigasi bencana kepada masyarakat. Hal ini jugalah yang menjadi salah satu faktor kenapa ada banyak korban jiwa yang berjatuhan.

Baca Juga: Viral...Diduga karena Pungli dan Tindakan Intoleran, Relawan Gempa Cianjur Mundur

Sebagai tambahan, satu hal yang juga harus bisa kita sikapi selagi terjadinya bencana alam adalah kemampuan untuk tetap tenang. Terdengar mudah memang namun nyatanya sulit untuk dilakukan. Kemampuan untuk tetap tenang baik dalam bersikap maupun berpikir.

Saat terjadi bencana contohnya gempa, orang-orang selalu refleks untuk pergi berlari keluar tanpa melihat lingkungan sekitar. Tak sedikit orang-orang yang ketika mereka berlari keluar gedung bukannya selamat malah justru terkena reruntuhan atau ketika sedang berlari menyelamatkan diri, orang-orang terkadang lupa untuk melindungi kepala mereka dengan tangan.

Coba bayangkan ketika orang-orang sedang berlarian panik untuk menyelamatkan diri, mereka saling dorong/sikut (relate dengan poin no. 3 Jangan Egois), betapa chaotic-nya suasana. Belum lagi ditambah orang-orang yang terluka.

Baca Juga: Pemulihan Pasca Gempa Cianjur, Pemprov Jabar Terus Salurkan Bantuan Logistik

Berbeda halnya jika kita dapat bersikap tenang, sekali lagi sulit memang untuk bersikap tenang. Namun, setidaknya suasananya mungkin tidak akan se-kacau balau jika kita panik, setidaknya kita bisa mengurangi kepanikan yang terjadi. Jika kita bisa bersikap dan berpikir tenang, kita bisa melakukan pertolongan pertama pada luka seperti menahan pendarahan pada luka menggunakan kain, sehingga mengurangi pendarahan yang terjadi pada luka setidaknya sampai bala bantuan datang.

Ada banyak hal yang bisa kita pelajari, sikapi dan renungkan dari sikap Jepang dalam menghadapi bencana alam ini. Salah satunya dan juga yang menjadi salah satu faktor mengapa gempa di Cianjur memakan cukup banyak korban dan kerugian adalah karena kurangnya pendidikan dan pelatihan mitigasi bencana sejak dini maupun dewasa serta pemahaman warga tentang struktur bangunan tahan gempa khususnya bagi mereka yang berada di wilayah yang rawan.

Baca Juga: Frekuensi Gempa Melemah, BMKG Minta Korban Gempa Cianjur Untuk Kembali ke Rumah Masing-masing

Kedua faktor yang disebutkan tadi masih bisa kita usahakan. Bukan hanya untuk warga Cianjur melainkan juga seluruh Indonesia. Terlebih lagi Indonesia merupakan negara yang terletak di zona Ring of Fire dimana Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi aktif sehingga rawan terjadinya bencana sepeti gempa bumi dan tsunami.( Desyana )

 


Sumber. CNN News. IDN Times. @infobmkg

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB