opini

Sejarah Indonesia Tanpa Masa Lalu (Bag 1)

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 14:23 WIB
Nunu A Hamijaya Penulis Sejarah, Akademisi, Penggiat Sosial (Abdul Qodir Majid)

Berbeda halnya dengan identitas pribumi muslim di Hindia Belanda yang disuarakan Central Sarekat Islam dengan kehendak zelfbestuur-nya atau kehendak berpemerintahan sendiri. Ada ikatan ISLAM yang bersifat global-internasional yang menjadi komitmen nilai perjuangan dan kemerdekaan sebagai sebuah ‘natie’, sebagaimana dijelaskan Tjokroaminoto dalam pidatonya.

Kenyatan ini diakui oleh Dr. Douwes Dekker, yang menyatakan “Dalam banyak hal, Islam merupakan nasionalisme di Indonesia dan jika seandainya tidak ada faktor Islam di sini, sudah lama nasionalisme yang sebenar-benarnya (tulen) hilang lenyap.”***

 

Halaman:

Tags

Terkini

Korupsi Musuh Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 | 17:49 WIB

Lima Sila sebagai Lima Luka

Senin, 1 Juni 2026 | 08:25 WIB

Refleksi Tentang Kesetaraan Gender

Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:53 WIB

Qurban dan Kepedulian Sosial

Selasa, 26 Mei 2026 | 21:04 WIB

Dua Wajah Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 | 04:34 WIB

Mengapa Indonesia Sulit Maju?

Minggu, 24 Mei 2026 | 08:07 WIB

Rekacipta Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:16 WIB

Perangai Islam Ilmiah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:13 WIB

Sistem AHWA dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU

Jumat, 22 Mei 2026 | 05:29 WIB