Pada akhirnya, pemimpin hibrida bukanlah pemimpin yang memiliki semua kelebihan secara personal, melainkan pemimpin yang mampu membangun sistem, memahami kultur organisasi, menggerakkan manusia, dan mentransformasikan institusi.
Dan semua itu selalu bermula dari dua fondasi yang tidak boleh diabaikan, yakni: "kepemimpinan administratif yang menghadirkan efektivitas organisasi dan kepemimpinan organik yang menghadirkan legitimasi sosial". Tanpa dua kekuatan tersebut, karisma hanya menjadi pesona, literasi hanya menjadi wacana, dan transformasi hanya berhenti sebagai retorika.
Pengamat Sosial yang Merdeka